Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Astaga, Gajah Liar Injak Pengungsi Rohingya Hingga Tewas

Gajah liar menginjak-injak pengungsi Rohingya di Bangladesh pada Sabtu (14/10) dini hari, menewaskan tiga anak dan seorang wanita, di mana peristiwa tersebut merupakan kedua kalinya sejak kedatangan ratusan ribu pengungsi dari Myanmar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Oktober 2017  |  05:58 WIB
Warga yang terusir akibat kekerasan di wilayahnya berjalan melalui tepian sungai Mayu bersama bawaan mereka saat mengungsi ke wilayah lain di Buthidaung, kawasan utara negara bagian Rakhine, Myanmar 13 September 2017. - Reuters/Stringer
Warga yang terusir akibat kekerasan di wilayahnya berjalan melalui tepian sungai Mayu bersama bawaan mereka saat mengungsi ke wilayah lain di Buthidaung, kawasan utara negara bagian Rakhine, Myanmar 13 September 2017. - Reuters/Stringer

Kabar24.com, COXS BAZAR, Bangladesh - Gajah liar menginjak-injak pengungsi Rohingya di Bangladesh pada Sabtu (14/10) dini hari, menewaskan tiga anak dan seorang wanita, di mana peristiwa tersebut merupakan kedua kalinya sejak kedatangan ratusan ribu pengungsi dari Myanmar.

Banyak pohon di perbukitan berhutan Balukhali, Bangladesh selatan, di mana insiden tersebut terjadi, telah ditebang untuk menampung masuknya Muslim Rohingya yang keluar dari kekerasan di negara tetangga Myanmar.

Tempat penampungan dari terpal dan bambu dibangun di jalan tempat gajah melintas di beberapa daerah, dan hal itu memicu masalah lingkungan, karena Bangladesh berjuang untuk mengakomodasi besarnya jumlah pengungsi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Selain mereka yang tewas, empat pengungsi dari tenda-tenda tetangga mengalami luka dan berada dalam kondisi kritis di rumah sakit di Cox's Bazar, kata kepala pengawas polisi, Afrujul Hoque Totul, di kota itu kepada Reuters.

Di tenda pengungsian, peralatan masak yang dibawa keluarga dari Myanmar tertindih batang bambu dan pakaian.

Abdul Sukoor (30) yang tendanya juga terinjak gajah mengatakan bahwa dia dan keluarganya berhasil melarikan diri saat mereka mendengar teriakan pengungsi lainnya ketika gajah-gajah tersebut mendekat.

Dia sekarang pindah ke tenda lebih jauh, namun dia mengaku masih khawatir.

"Kita harus terus waspada di malam hari," katanya.

Lebih dari 530.000 pengungsi dari Myanmar melarikan diri ke Bangladesh selama dua bulan terakhir sejak serangan militan Rohingya di kantor keamanan memicu operasi militer Myanmar yang telah digambarkan PBB sebagai pembersihan etnis, demikian Reuters.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rohingya

Sumber : Antara

Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top