Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ketua MPR Sebut 'The Next Habibie' Ingkari Pancasila

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai Dwi Hartanto, 35 tahun, ilmuwan asal Indonesia telah mengingkari Pancasila.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 11 Oktober 2017  |  07:13 WIB
Ketua MPR Sebut 'The Next Habibie' Ingkari Pancasila
Dwi Hartanto - Istimewa
Bagikan

Kabar24.com, MAKASSAR - Ketua  MPR RI Zulkifli Hasan menilai Dwi Hartanto, 35 tahun, ilmuwan asal Indonesia telah mengingkari Pancasila.

SIMAK:  5 Gaya Hidup Agar Jantung Sehat

Alasannya, pria yang dijuluki "The Next Habibie” itu telah berbohong sehingga nama Indonesia tercoreng di dunia internasional.

"Kita ini kan punya pancasila, jadi kalau sudah berbohong bagaimana? Kan berarti ingkar kepada Pancasila," ucap Zulkifli di Makassar, Selasa (10/10/2017).

Zulkifli berharap kepada generasi muda agar memiliki karakter, terutama kejujuran.

"Saya berharap anak muda punya karakter dan berilmu, bukan karakter bohong. Itu kuno, ketinggalan zaman," kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini.

BACA : Moratorium Dicabut, Anies Setop atau Lanjutkan Reklamasi?

Zulkifli berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, sehingga ia meminta kepada generasi muda bangsa agar betul-betul belajar demi mengharumkan Indonesia.

Dwi Hartanto adalah mahasiswa program doktoral di Universitas TU Delft Belanda. Belakangan Dwi mengaku informasi tentang dirinya yang selama ini disampaikan ke media massa adalah suatu kebohongan.

Misalnya, pengakuan Dwi Hartanto yang terlibat dalam pengembangan teknologi pesawat tempur generasi ke-6. Namun, belakangan baru terbongkar jika hal itu tak benar, sehingga Dwi meminta maaf.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kbri

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top