Pesawat Pembom AS Terbang Dekati Korea Utara, Ketegangan Berlanjut

Pesawat pembom AS terbang mendekati pesisir timur Korea Utara untuk menunjukkan bahwa kekuatan militernya siap menghadapi segala ancaman.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 September 2017  |  13:43 WIB
Pesawat Pembom AS Terbang Dekati Korea Utara, Ketegangan Berlanjut
Ilustrasi: Pesawat pembom AS B-52 terbang di atas pangkalan udara Osan di Pyeongtaek, Korsel, (10/1/2016). - Reuters/Kim Hong Ji

Kabar24.com, JAKARTA--Pesawat pembom AS terbang mendekati pesisir timur Korea Utara untuk menunjukkan bahwa kekuatan militernya siap menghadapi segala ancaman.

Menurut pejabat Pentagon, zona penerbangan pesawat itu merupakan yang paling mengancam yang pernah ditempuh oleh pesawat tempur ataupun pesawat pengebom AS pada abad 21.

Ketegangan di Semanjung Korea semakin meningkat, menyusul intensitas program nuklir Korut.

Pentagon mengumumkan bahwa unjuk kekuatan pasukan militer itu untuk menunjukkan keseriusan AS terhadap perilaku Korea Utara yang disebutnya keterlaluan.

Pentagon juga menyebut program senjata milik Korea Utara merupakan sebuah ancaman serius.

"Misi ini menunjukkan tekad AS dan sebuah pesan yang jelas bahwa Presiden memiliki banyak pilihan militer untuk mengalahkan segala ancaman," demikian pernyataan Pentagon sebagaimana dikutip BBC.com, Minggu (24/9/2017).

Pesawat pembom Angkatan Udara AS B-1B Lancer dari Guam, didampingi pesawat tempur Air Force F-15C Eagle dari Okinawa, Jepang, terbang di wilayah udara internasional.

Penerbangan itu terjadi di tengah retorika panas antara dua pemimpin negara setelah Trump menyampaikan pidatonya di PBB. Sedangkan pemimpin Korut, Kim jong-un menyebut Presiden AS sebagai "orang gila" dan "manula pikun".

Penghinaan Trump sebuah kesalahan
Dalam sidang umum PBB, Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho mengatakan Presiden AS Donald Trump berada dalam sebuah "misi bunuh diri".

Komentar Menlu Ri Yong-ho itu disampaikan meniru ucapan Trump di PBB pada Selasa (19/9) yang menyebut pemimpin Korea Utara Kim Jong-un merupakan "manusia roket dalam misi bunuh diri".

Ri menambahkan bahwa "penghinaan" Trump merupakan "sebuah kesalahan yang tidak dapat dipulihkan, sehingga tak dapat dihindari roket-roket Korea Utara akan menjangkau daratan AS.

Korea Utara menolak menghentikan uji coba rudal dan nuklir, meskipun terkena sanksi PBB. Para pemimpinnya mengatakan bahwa senjata nuklirnya merupakan satu-satunya pelindung dari ancaman negara luar yang ingin menghancurkannya.

Setelah uji coba nuklir terakhir dan yang paling kuat pada awal bulan ini, Dewan Keamanan PBB menyepakati sanksi baru bagi negara tersebut.

Namun, di PBB Ri mengulangi pernyataan bahwa pembatasan itu tidak akan membuat negaranya menghentikan pengembangan program nuklir.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Korea Utara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top