Tambang Pasir Merapi Berdampak Buruk Pada Perilaku, Penambang Didorong Jadi Peternak Sapi

Kekhawatiran akan terjadinya perubahan perilaku, membuat penambang pasir Gunung Merapi didorong hidup "normal" dan beralih menjadi peternak sapi.
Newswire | 24 September 2017 06:59 WIB
Sejumlah pendaki menyusuri tebing puncak gunung Merapi pasca erupsi 2010 - Antara

Kabar24.com, SLEMAN - Kekhawatiran akan terjadinya perubahan perilaku, membuat penambang pasir Gunung Merapi didorong hidup "normal" dan beralih menjadi peternak sapi.

Pemerintah Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong penambang pasir di lereng Gunung Merapi untuk menjadi peternak sapi perah karena aktivitas penambangan pasir Merapi dinilai berdampak buruk pada perilaku mereka.

"Kami mendorong secara perlahan mereka yang masih menjadi penambang pasir dapat beralih profesi menjadi peternak sapi perah, karena menambang pasir itu juga ada dampak buruk pada perilaku, selain merusak lingkungan dan jalur transportasi," kata Camat Cangkringan, Edi Harmana, Minggu (24/9/2017).

Menurut dia, mereka yang masih melakukan penambangan pasir, terutama penambangan ilegal di lahan miliknya selama ini ternyata perekonomiannya dinilai tidak sehat.

"Sebelumnya hidup sederhana, namun sekarang mendadak mempunyai kehidupan yang mewah. Dulunya hidup biasa, tapi sekarang punya sepeda motor, mobil. Dulu yang ibaratnya satu bulan pemasukannya misal Rp1 juta, sekarang lebih dari Rp10 juta," katanya.

Ia mengatakan, dikhawatirkan ketika nantinya pasir sudah habis atau menipis, itu akan menimbulkan kegelisahan bagi mereka.

"Pasir yang ditambang lama-lama akan habis. Nanti kalau sudah biasa seperti ini, ketika habis akan cari di mana mereka," katanya.

Edi mengatakan, pihaknya berupaya mendorong masyarakat yang selama ini menjadi penammbang pasir untu beralih menjadi peternak sapi perah.

"Upaya ini kami maksudkan agar di Cangkringan nantinya bisa sebagai sentra penghasil susu," katanya.

Ia mengatakan, selain itu, agar mereka yang belum mapan perekonomiannya bisa berkurang. Terutama warga yang tinggal di hunian tetap (huntap) relokasi pascaerupsi Merapi 2010.

"Di huntap juga ada kendala, kalau ingin menambah ternaknya kesulitan kandangnya. Karena lahan yang terbatas. Untuk itu lah, selain memberikan dorongan juga diharapkan pemerintah daerah setempat bisa memberikan solusi. Membuat wilayahnya, sebagai sentra penghasil susu sapi," katanya.

Sumber : Antara

Tag : gunung merapi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top