Kapal Kontainer SPIL Nikken Mulai Layari Pelabuhan Bitung

Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyambut baik kehadiran kapal kontainer SPIL Nikken milik PT Salam Pasifik Indonesia Lines (SPIL) yang mulai melayari Pelabuhan Bitung, Sulut.
Puput Ady Sukarno | 21 September 2017 20:05 WIB
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, MANADO - Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyambut baik kehadiran kapal kontainer SPIL Nikken milik PT Salam Pasifik Indonesia Lines (SPIL) yang mulai melayari Pelabuhan Bitung, Sulut.

Pasalnya, dengan kehadiran kapal kontainer sepanjang 236 meter dan mampu memuat 2.500 konteiner itu diyakini bakal semakin menggelorakan roda perekonomian dan kelancaran arus barang, dari dan ke Bumi Nyiur Melambai.

“Ini suatu terobosan baru dari pengusaha swasta di Indonesia yang melihat peluang bisnis di Sulut,” kata Olly saat meninjau Kapal SPIL Niken di Terminal Pelabuhan Petikemas Bitung, Rabu (20/9/2017).

Kapal petikemas SPIL Niken tersebut, selama ini melayani rute dalam negeri Surabaya-Jakarta-Balikpapan-Bitung. Namun, kedatangan kapal kali ini akan melayani jalur baru yakni dari Kalimantan - Bitung.

Menurutnya, dengan kehadiran kapal besar itu, selain meningkatkan konektivitas perdagangan antar pulau, juga semakin memantapkan dirinya bersama stakeholder terkait untuk segera mewujudkan Pelabuhan Bitung sebagai Internasional Hub Port (IHP) di Indonesia Timur.

Pasalnya dengan segera terwujudnya IHP Bitung, maka akan semakin meningkatkan posisi Sulut dalam alur perdagangan di Indonesia Timur, baik secara domestik maupun internasional, melalui Pelabuhan Bitung.

Gubernur Olly berharap, ke depan seandainya Pelabuhan Bitung sudah maksimal menjadi International Hub Port, terdapat perusahaan pelayaran, seperti SPIL, dapat membuka rute ke China dan Hongkong.

"Kita harapkan dapat dicoba peluang untuk jalur Bitung menuju Hongkong. Waktu tempuhnya hanya empat malam," ujarnya.

Walikota Bitung Max Lomban menambahkan bahwa kedatangan salah satu kapal bear di Pelabuhan Bitung tersebut diharapkan dapat menjadi pemaicu hadirnya kapal kapal besar lain dan sebagai bukti kehandalan Pelabuhan Bitung yang bisa dilayari kapal besar.

"Ke depan masih ada beberapa kapal sejenisnya yang akan sandar di Pelabuhan Bitung dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Meratus Layari Gorontalo

Sebelumnya, pada kesempatan berbeda, Pemprov Gorontalo juga sangat menyambut baik dibukanya pelayaran perdana Meratus Line dengan rute Pelabuhan Anggrek di Gorontalo ke Tanjung Perak di Surabaya dan sebaliknya.

Pasalnya, melalui pelayaran perdana yang telah diresmikan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Kamis (7/9), di Pelabuhan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara itu akan semakin meningkatkan pertumbuhan perekonomian Gorontalo mengingat akses pemasaran hasil produksi dari Gorontalo menuju luar daerah akan semakin mudah.

"Dengan adanya rute ini akan membangkitkan semangat dan sangat bermanfaat bagi masyarakat maupun Pemerintah Gorontalo yang dampaknya Provinsi Gorontalo bisa sejajar dengan provinsi lain,” kata Idris optimis.

Menurutnya dengan semakin banyaknya pelayaran dan pengapalan cargo dari Gorontalo, akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo.

“Masyarakat akan semakin mudah memasarkan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan produk-produk lainnya ke luar Gorontalo, sehingga pendapatan dan kesejahteraan pun meningkat,” kata Wagub.

Sejalan dengan pelayaran Meratus Gorontalo - Surabaya tersebut, Idris mengungkapkan bahwa Pemprov Gorontalo berkomitmen terus berupaya untuk meningkatkan infrastruktur dasar kebutuhan masyarakat, termasuk transportasi.

Menurutnya perbaikan dan peningkatan sektor infrastruktur transportasi, akan menjamin kelancaran arus barang, jasa, dan orang, baik dari maupun menuju Provinsi Gorontalo.

Pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak perusahaan Meratus yang telah membuka rute pelayaran di Gorontalo, dan berharap sinergitas antara pemerintah dengan perusahaan swasta maupun mitra bisnis itu terus ditingkatkan.

Direktur Meratus Line, Budi MR menjelaskan bahwa KM Meratus Gorontalo - Surabaya melayani rute pengapalan cargo dari Gorontalo ke pulau Jawa, maupun sebaliknya dari Jawa menuju Gorontalo.

Pihaknya akan mengoperasikan 3 kapal dengan kapasitas muatan sebesar 11 ribu ton dan jadwal pelayaran setiap minggu., KM. Meratus yang baru dilaunching itu melayani rute Gorontalo- Surabaya - Jakarta dengan kapasitas kontener/peti kemas hingga 800 buah. "Kapal ini bisa memuat sampai 13000 ton per satu kali muatan," ujarnya.

Meratus merupakan perusahaan pelayaran Indonesia yang menyediakan solusi transportasi laut. Jaringan rute pelayaran kapal-kapal Meratus menghubungkan pelabuhan-pelabuhan utama dan pelabuhan-pelabuhan perdagangan di nusantara.

Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa KM. Meratus Gorontalo - SUrabaya itu juga akan melayani rute Gorontalo-Jakarta untuk pengiriman jagung. Kapalnya memiliki kapasitas muatan sebanyak 800 kontainer, lebih besar dari kapasitas kapal-kapal Meratus lainnya yang hanya mampu mengangkut 600 kontainer.

“Dibukanya rute langsung ke Jakarta, tentunya akan meningkatkan nilai tambah yang bisa diperoleh masyarakat Gorontalo, karena harganya yang lebih kompetitif. Tidak hanya muatan kering yang kami layani, tetapi muatan berpendingin seperti ikan beku juga dilayani oleh KM. Meratus Gorontalo,” pungkas Budi.

Tag : pelabuhan bitung
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top