WTO: Pengetatan Moneter di AS dan UE Jadi Sentimen Perdagangan Global 2018

Meskipun Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperkirakan aktivitas perdagangan global terus menguat dan melanjutkan pembalikannya pada tahun ini, namun potensi pelemahan masih ada pada tahun depan.
Yustinus Andri DP | 21 September 2017 19:25 WIB
ilustrasi. - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperkirakan aktivitas perdagangan global terus menguat dan melanjutkan pembalikannya pada tahun ini, namun potensi pelemahan masih ada pada tahun depan.

Dalam laporan terbarunya pada September 2017, WTO memperkirakan tren positif pada tahun ini tidak akan berlanjut pada tahun depan. 

Organisasi tersebut pun menyebutkan pertumbuhan perdagangan global diprediksi kembali melemah yakni hanya tumbuh 3,2% dengan rentang perkiraan pertumbuhan pada posisi 1,4%-4,4% pada 2018.

“Tahun depan sentimen akan datang dari kebijakan pengetatan moneter yang hampir bersamaan di AS dan Uni Eropa,” ujarnya dalam laporan, Kamis (21/9/2017).

Selain itu, sentimen yang negatif juga datang dari meningkatnya kembali pengetatan tingkat utang China. Selepas Kongres Partai Komunis pada Desember, Pemerintah China diprediksi kembali melanjutkan pengetatan kebijakan penyaluran kredit ultra longgarnya.

Kebijakan itu akan menekan aktivitas manufaktur dan perdagangan dari dan menuju Negeri Panda. Akibatnya, permintaan kepada sejumlah negara berkembang akan turut tertekan.

Adapun pada tahun ini, WTO merevisi naik proyeksi pertumbuhan aktivitas perdagangan global menjadi 3,6% dengan rentang pertumbuhan 3,2%-3,9%.

Proyeksi itu naik dari proyeksi yang dibuat pada April 2017 yakni naik 2,4% pada tahun ini dengan rentang pertumbuhan 1,8%-3,6%.

Tag : ekonomi global, Sidang WTO, perdagangan global
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top