Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Buah Naik Signifikan Selama Puasa dan Jelang Lebaran

Menjelang puasa dan lebaran impor buah-buahan di Jawa Timur meningkat signifikan dibandingkan dengan komoditas lainnya.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 16 Juni 2017  |  00:03 WIB
Impor Buah Naik Signifikan Selama Puasa dan Jelang Lebaran
Buah dan sayur - Istimewa

Bisnis.com, SURABAYA -- Menjelang puasa dan lebaran impor buah-buahan di Jawa Timur meningkat signifikan dibandingkan dengan komoditas lainnya.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jatim Teguh Pramono mengatakan impor buah-buahan sepanjang Januari 2017 hingga Mei 2017 dibandingkan dengan periode yang sama di 2016, maka pertumbuhannya mencapai 120,7% year on year (y-o-y).

"Jelang puasa dan lebaran ini cukup pengaruh, untuk impor buah-buahan, terutama apel dan kurma. Apel banyak diimpor dari China, kalau kurma dari Mesir, Iran, Aljazair, dan Tunisia," ujarnya di Surabaya, Kamis (15/6/2017).

Jika dirinci, Teguh menyebutkan impor apel pada Mei 2017 tercatat senilai US$21,13 juta atau naik dibandingkan April 2017 yang senilai US$20,55 juta. Adapun, nilai impor apel pada tiga bulan pertama tahun ini masing-masing senilai US$11,28 juta, US$15,80 juta, dan US$19,73 juta.

Sedangkan impor kurma pada Mei 2017 senilai US$896 ribu atau turun dari bulan sebelumnya yang senilai US$1,6 juta. Hingga bulan kelima, impor kurma paling tinggi terjadi di Maret 2017 di mana tercatat senilai US$1,79 juta.

"Kelihatannya impornya banyak dilakukan sebelum puasa, impornya sudah tinggi sebelum puasa," katanya.

Selain buah-buahan, komoditas sayuran juga mengalami kenaikan sebesar 56,03% secara tahunan sepanjang periode Januari 2017 hingga Mei 2017. Teguh menyatakan komoditas sayur-sayuran ini didominasi oleh bawang putih yang banyak masuk dari China dan sedikit dari Malaysia.

Secara nominal, impor non migas Jatim yang secara total senilai US$1,72 miliar didominasi oleh besi dan baja dengan nilai US$173,20 juta dan diikuti oleh mesin-mesin/peralatan mekanik senilai US$171,36 juta. Sedangkan impor migas mencapai US$236,06 juta. Dengan demikian, nilai impor keseluruhan Jatim pada Mei 2017 senilai US$1,96 miliar.

Provinsi dengan penduduk terbesar kedua di Indonesia ini masih mengalami defisit senilai US$0,28 miliar karena nilai ekspor masih lebih rendah dibandingkan impor, yakni US$1,68 miliar. Kendati masih mengalami defisit, Jatim menempati urutan ketiga daerah dengan nilai ekspor terbesar secara nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor buah
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top