Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Transkrip Percakapan Ajudan Dirjen Pajak dan Penerima Gratifikasi

Ajudan Direktur Jenderal Pajak, Andreas Setiawan alias Bonjes diketahui menjalin komunikasi yang intensif dengan terdakwa penerima gratifikasi pajak, Handang Soekarno pada hari pelaksanaan operasi tangkap tangan 21 November 2016.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 01 Juni 2017  |  13:19 WIB
Ini Transkrip Percakapan Ajudan Dirjen Pajak dan Penerima Gratifikasi
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA-- Ajudan Direktur Jenderal Pajak, Andreas Setiawan alias Bonjes diketahui menjalin komunikasi yang intensif dengan terdakwa penerima gratifikasi pajak, Handang Soekarno pada hari pelaksanaan operasi tangkap tangan 21 November 2016.

Bahkan dia diketahui tengah mendampingi Ken di salah satu restoran yang terletak di bilangan Jakarta Selatan dan masih terus berupaya menghubungi Handang yang saat itu telah dibekuk oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dalam komunikasi itu, mereka menggunakan kode seperti “paketan” dan undangan yang diduga mengarah pada uang suap yang akan diberikan oleh Ramapanicker Rajamohanan Nair. Bonjes beralasan bahwa istilah tersebut mengarah pada peminjaman uang, dan dia menggunakan karena tidak ingin diketahui oleh istrinya.

“Saya akan gunakan uang itu untuk membiayai pengobatan orangtua saya sakit jantung bocor,” paparnya dalam persidangan Rabu (31/6/2017).

Berikut petikan komunikasi antara Andreas Setiawan alias Bonjes dengan Handang Soekarno melalui aplikasi percakapan whatsapp Senin 21 November 2016:

Andreas: pagi mas

Handang: siap mas..dawuh mas? Saya otw dinas ke kanwil banten mas

Andreas: siap..monggo dilajut mas. Perihal "paketan" saking surabaya pripun mas? Kalo perlu ditaruh rekening saya ada mas 

Handang: siap mas sore ini sdh siap.

Andreas: siap mas. Di Jakarta?

Handang: di Jkt mas

Mtr nwn mas

Mohon ijin mas, surat penghentian PHS pripun?

Handang: Nanti di ktr saya tanyakan mas. Sy msh di kanwil banten mas

Andreas: siap

Handang: Selamat sore mas....orgnya yang dari Surabaya baru datang agak malaman mas. Selesai langsung saya hubungi mas. Tentang Pak Dir saya nggak masuk mas...karena ada musibah saudaranya. Jd set peritanhnya belum dibuat ke kawan di bawah.

Andreas: Mhn ijin mas

Handang: Siap mas dawuh?

Andreas: Mhn ijin saya standyb di kntr

Handang: Siap mas, ybs belum landing mas. Saya izin ke arah kemayoran mas ngambil cetakan undangannya 

Andreas: siap mas

Handang: Selesai saya kabari mas 

Andreas: siap saya standby di lantai 5 mas

Handang: Njih mas siap

Andreas: Mohon ijin mas, saya geser ke montys nunggu Bapak

Handang: Mohon ijin mas

panggilan tidak terjawab pada 22:25

panggilan tidak terjawab pada 22:26

Seperti diketahui, Handang Soekarno dicokok petugas KPK dlaam operasi tangkap tangan setelah menerima uang dari Ramapanicker Rajamohanan Nair. Gratifikasi tersebut merupakan ucapan terima kasih karena Handang dianggap telah membantu pengurusan pembatalan surat tagihan pajak (STP) PT EK Prima Ekspor Indonesia sebesar Rp78 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK gratifikasi
Editor : News Editor

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top