Sulut Berambsi Jadi Gerbang Industri Pariwisata di KTI

Provinsi Sulawesi Utara berambisi menjadi pintu gerbang atau hub bagi industri pariwisata di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Oleh karena itu, provinsi berjuluk Bumi Nyiur Melambai itu bakal gencar menarik investasi baru di sektor penunjang pariwisata.
Rivki Maulana | 24 Mei 2017 02:25 WIB
Suasana pusat perbelanjaan dan hotel di kawasan Boulevard of Business, Jalan Pierre Tendean Manado. - Istimewa

Bisnis.com, MANADO -- Provinsi Sulawesi Utara berambisi menjadi pintu gerbang atau hub bagi industri pariwisata di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Oleh karena itu, provinsi berjuluk Bumi Nyiur Melambai itu bakal gencar menarik investasi baru di sektor penunjang pariwisata.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey mengatakan posisi Sulut yang strategis bisa menjadi gerbang bagi wisatawan asal Asia Timur menuju destinasi lain seperti Wakatobi dan Raja Ampat. Saat ini, meski masih penerbangan carter, Manado sudah terkonekso dengan Hong Kong, Makau, dan China lewat penerbangan langsung.

Menurut Olly, Sulut juga tengah menjajaki pembukaan rute penerbangan langsung dari Korea Selatan dan Jepang. Rencananya, maskapai Jin Air bakal memulai penerbangan langsung dari Korea Selatan ke Manado pada Juni 2017 mendatang.

"Ke depan kami ingin turis-turis kami dari China ini bisa juga ke Raja Ampat dan Wakatobi. Masalahnya sekarang (kapasitas) imigrasi dan bea cukai belum cukup," jelasnya usai jamuan makan malam hadirin Manado International Conference on Tourism Investment di Graha Gubernuran, Manado, Selasa malam (23/5/2017).

Sebagaimana diketahui, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Sulawesi Utara selama kuartal I/2017 melesat hingga lima kali lipat dari posisi kuartal I/2016 yang hanya mencapai 3.467 turis.

Berdasarkan asal negara, turis yang melawat ke Sulawesi Utara didominasi dari China. Sejak awal tahun, turis asal Negeri Tirai Bambu selalu menempati urutan pertama asal negara yang berkunjung ke Sulawesi Utara.

Di Maret 2017, jumlah turis China yang melancong mencapai 3.889 turis atau 75,54%. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandignkan dengan Singapura, Jerman, Amerika Serikat, dan Hongkong di mana kunjungan turis dari negara-negara tersebut hanya berkisar 109-170 wisatawan.

Tag : sulut
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top