Komentarnya Sakiti Hati Rakyat Jepang, Menteri Ini Didepak

Seorang menteri di Jepang yang mengawasi rekonstruksi daerah yang hancur akibat tsunami pada 2011 dan bencana nuklir Fukushima mengundurkan diri.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 26 April 2017  |  11:49 WIB
Komentarnya Sakiti Hati Rakyat Jepang, Menteri Ini Didepak
Masahiro Imamura - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA - Seorang menteri di Jepang yang mengawasi rekonstruksi daerah yang hancur akibat tsunami pada 2011 dan bencana nuklir Fukushima mengundurkan diri.

Pengunduran diri itu terjadi setelah mengeluarkan komentar yang mengatakan bahwa akan lebih baik jika bencana tersebut menyerang wilayah timur laut ketimbang Tokyo.

Masahiro Imamura dipaksa untuk hengkang setelah mengeluarkan pernyataan tersebut pada Selasa (25/4/2017) dalam sebuah pesta yang diadakan bagi para anggota parlemen partai berkuasa yakni Partai Demokrat Liberal.

Kejadian ini bukanlah yang pertama kali di mana anggota parlemen dari partai berkuasa terlibat masalah akibat komentar atau tingkah laku mereka.

"Akan lebih baik jika hal ini terjadi di wilayah timur laut," kata Imamura ketika berbicara mengenai gempa berkekuatan 9,0 SR yang memicu tsunami besar dan mengakibatkan hampir 20.000 orang tewas dan hilang seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/4/2017).

Komentar itu dia sampaikan seminggu setelah dia memicu kemarahan dalam sebuah konferensi pers akibat ucapannya yang meremehkan orang- orang yang keluar meninggalkan Fukushima karena merasa takut akan bencana nuklir.

Dalam konferensi pers itu, dia juga disebut meneriaki seorang reporter dan bergegas keluar ruangan.

Komentar Imamura sontak memicu Perdana Menteri Shinzo Abe untuk langsung menegurnya. Abe pun lantas meminta maaf atas namanya.

Pengunduran dirinya yang terkesan cepat tampaknya dilakukan untuk meminimalisir masalah yang mungkin akan dihadapi pemerintah Abe, yang dituduh berpuas diri karena tidak adanya pihak oposisi yang cukup layak.

"Komentar tersebut sangat tidak pantas dan menyakiti orang-orang yang tinggal di daerah terdampak bencana, sebuah sikap yang menyebabkan hilangnya rasa kepercayaan dari warga yang rekonstruksi daerahnya dia awasi," kata Abe.

Isu ini masih kerap meninggalkan rasa sedih bagi warga karena iklim bisnis di daerah tersebut masih terseok seok sementara proses rekonstruksi berjalan lambat. Banyak yang mengevakuasi sanak saudaranya juga mulai menyerah untuk bisa kembali ke kampung halaman mereka.

Shunsuke Mutai, wakil menteri yang menangani rekonstruksi tahun lalu juga memicu kemarahan setelah memaksa bawahannya untuk menggendongnya agar kakinya tidak basah ketika dia mengunjungi daerah banjir.

Dia kemudian didepak pada Maret pada malam peringatan bencana 11 Maret yang keenam setelah membuat lelucon terkait bencana tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup