Perempuan Masih Tersudut untuk 2 Hal Ini

Peluang kerja maupun posisi-posisi kepemimpinan bagi perempuan masih cenderung stagnan, walau tingkat partisipasi dalam pendidikan tingkat lanjut sudah tinggi.
Kurniawan A. Wicaksono | 20 April 2017 22:59 WIB
Ilustrasi - Businessnewsdaily

Bisnis.com, JAKARTA - Peluang kerja maupun posisi-posisi kepemimpinan bagi perempuan masih cenderung stagnan, walau tingkat partisipasi dalam pendidikan tingkat lanjut sudah tinggi.

Hal inilah yang diungkapkan dalam studi Mastercard mengenai Perkembangan Perempuan (Women’s Advancement) 2017 yang dikeluarkan bertepatan dengan Hari Kartini, 21 April 2017. Perempuan, dalam studi itu, masih mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan tetap.

Indeks Women’s Advancement mengukur tingkat sosial ekonomi wanita di 19 negara di Asia Pasifik dan terdiri dari tiga indikator utama yang berasal dari subindikator tambahan: kemampuan (pendidikan menengah, pendidikan tinggi), pekerjaan (partisipasi dalam lingkungan kerja, pekerjaan reguler) dan kepemimpinan (pemilik bisnis, pemimpin bisnis, pemimpin politik).

Skor dalam indeks ini menunjukkan proporsi perempuan terhadap setiap 100 pria. Skor 100 menunjukkan kesetaraan gender. Untuk Indonesia, para perempuan telah memiliki akses yang baik terhadap pendidikan tingkat lanjut (33,2%).

Namun demikian, mereka masih kurang terwakili dalam hal partisipasi lingkungan kerja dibandingkan dengan laki-laki.

Dari 19 negara di kawasan Asia Pasifik, kesenjangan terbesar untuk tingkat partisipasi tersebut terdapat di Indonesia, dengan tingkat partisipasi perempuan hanya mencapai 51% dibandingkan dengan pria yakni sebanyak 83,7%.

Selain itu, mayoritas perempuan di Indonesia (36,6%) bekerja di sektor informal yang tidak menyediakan hak khusus seperti asuransi kesehatan, rencana pensiun, maupun hak cuti berbayar.

Hal tersebut juga ditemukan di negara berkembang lainnya seperti India (14,6%) dan Vietnam (34,4%) yang persentase ini sangat kontras dengan persentase dari negara-negara maju seperti Hong Kong (94,8%), Jepang (90,7%), dan Singapura (90,8%) yang mayoritas perempuannya bekerja di sektor formal.

Dalam kepemimpinan di bidang bisnis, hanya sekitar dua dari sepuluh perempuan yang memiliki posisi sebagai pemimpin (23,5%) dibandingkan dengan laki-laki (76,5%).

Sementara, di lingkungan politik, hanya terdapat 17,1% perempuan yang memegang peranan penting dalam Kepemimpinan di bidang politik, sangat jauh apabila dibandingkan dengan pria yang mencapai 82,9%.

Tag : perempuan
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top