Boeing Akan Kembali Rumahkan Karyawannya

Boeing Co. berencana memberhentikan ratusan insinyurnya di sejumlah kantornya di AS, salah satunya Washington.
Yustinus Andri DP | 18 April 2017 13:50 WIB
Boeing - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Boeing Co. berencana memberhentikan ratusan insinyurnya di sejumlah kantornya di AS, salah satunya Washington.

Perusahaan pesawat terbesar di Amerika Serikat (AS) itu pun diperkirakan akan menghilangkan lebih banyak pekerjanya lagi sepanjang tahun ini. Hal itu dilakukan sebagai kompensasi atas melambatnya penjualan pesawat selama ini.

Perusahaan pesaing utama Airbus SA tersebut dikabarkan akan mengumumkan keputusan itu pada Jumat (21/4/2017). Pengumuman itu akan didistribusikan bersamaan dengan waktu di mana 305 insinyur dan tenaga teknis resmi meninggalkan perusahaan secara sukarela, atas tawaran Boeing beberapa waktu sebelumnya.

Berdasarkan data serikat pekerja yang mewakili karyawan Boeing (SPEEA), sejak awal 2016 terdapat 1.332 tenaga kerja yang telah dirumahkan oleh perusahaan tersebut.

“Pemecatan diperlukan untuk memenuhi rencana operasi perusahaan, di tengah meningkatnya tantangan di pasar,” kata Wakil Presiden untuk unit pesawat komersial John Hamilton, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (18/4/2017).

Berdasarkan data dari Boeing, jumlah pekerja di Washington telah menyusut 9% hingga 70.640 karyawan sepanjang tahun lalu. Total pegawai perusahaan yang berbasis di Chicago itu telah menyusut 7,6% menjadi 146.962 karyawan sejak Maret 2016.

Hal itu tak lepas dari turunnya total pendapatan perusahaan pada 2016 yang mencapai 1,6% menjadi US$94,6 miliar dibandingkan periode 2015. Tercatat produksi pesawat jumbo jet seri 747 mengalami penurunan pada tahun lalu.

Adapun, sebagai salah satu bentuk efisiensi, produksi pesawat twin-aisle seri 777 juga akan dipangkas untuk kedua kalinya. Pasalnya produk tersebut kurang diminati oleh pasar.

Sementara itu, pengurangan tenaga kerja tersebut dijadwalkan akan mulai berlaku pada 23 Juni 2017. Namun demikian, perusahaan menjanjikan akan memanggil kembali pekerja yang diminta untuk mundur secara sukarela tersebut di masa mendatang, apabila kondisi perusahaan telah membaik.

Menanggapi hal itu, Direktur SPEEA Rich Plunkett meminta kepada perusahaan untuk memberikan kompensasi bagi pekerja yang dirumahkan tersebut.

“Kami meminta agar Boeing lebih memilih menawarkan PHK sukarela daripada pemecatan sepihak dan memberikan kompensasi yang setimpal bagi pekerja tersebut,” katanya.

Sumber : Bloomberg

Tag : boeing
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top