Hubungan AS-Korut Kian Memanas

Peringatan ulang tahun ke-105 kakek Kim Jong Un menjadi ajang bagi Korea Utara untuk menunjukkan kekuatan militer mereka dan kembali memberikan peringatan kepada Amerika Serikat.
Nurhadi Pratomo | 15 April 2017 19:14 WIB
/wikipedia

Kabar24.com, JAKARTA — Peringatan ulang tahun ke-105 kakek Kim Jong Un menjadi ajang bagi Korea Utara untuk menunjukkan kekuatan militer mereka dan kembali memberikan peringatan kepada Amerika Serikat.

Dalam perayaan untuk memperingati hari lahir Kim II Sung, pendiri Korea Utara, di Pyongyang, Sabtu (15/4/17) waktu setempat, Kim Jong Un nampak mengawasi parade militer yang berbaris sambil memamerkan kekuatan tentara, tank, dan rudal mereka.

Baca juga: Kinerja BPR

Terlihat berdiri menggunakan setelah jas hitam dan kemeja putih ala barat, Kim Jong Un terlihat memancarkan wajah bahagia dengan memberikan senyum dan tepuk tangan kepada barisan militer tersebut.

Pejabat Senior Korut Choe Ryong Hae memberi pesan dalam parade tersebut seolah mereka siap berperang dengan AS. 

“Jika AS terus melakukan provokasi, pasukan revolusioner telah siap dengan serangan menghancurkan,” ujar Choe seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (15/4) waktu setempat.

Dia menambahkan bahwa senjata nuklir Korut telah siap. Selain itu, mereka menyatakan siap berperang penuh dengan AS.

Dalam parade tersebut, ditampilkan pula sebuah rudal balistik yang diluncurkan melalui kapal selam. Para analisis memprediksi senjata tersebut sebagai rudal antar benua jenis baru yang dipublikasikan.

Direktur East Asia Nonproliferation Program di Middlebury Institute of International Studies Monterey Jeffrey Lewis menilai bahwa Korit telah mengembangkan sistem persenjataan yang lebih modern dibandingkan beberapa dekade sebelumnya.

“Negara itu kini berkomitmen membuat penangkal nuklir yang mampu menangkal serangan dan memukul mundur invasi,” ujar  Jeffrey.

Seperti diketahui, hubungan AS dan Korut kian memanas dalam beberapa pekan terakhir setelah Presiden Trump memutuskan untuk mengirim kapal perang ke Semenanjung Korea. Gedung putih berupaya mengingatkan agar Kim Jong Un menghentikan uji coba nuklir.

Wakil Presiden AS Mike Pence dijadwalkan akan mendarat di Seoul, Minggu (16/4) waktu setempat. Kunjungan tersebut sebagai bagian dari perjalanan 10 harinya ke Asia termasuk Indonesia dan Jepang.

Sementara itu, AS juga terus menekan China untuk tidak lagi memberikan dukungan kepada Korut. Upaya tersebut bisa dibilang mendapat respon positif.

Sebuah media Negeri Panda dalam editorialnya menyambut baik kebijakan pemerintahan Xi Jinping yang mendukung sanksi PBB terhadap Korut karena melakukan uji coba nuklir. Bahkan, Menteri Luar Negeri China Wang Yi telah mengeluarkan peringatan resmi. 

“Sekali perang terjadi, hasilnya adalah nihil. Kita akan kehilangan semua dan tak ada satupun yang menjadi pemenang,” tegas Wang.

Dia menambahkan siapapun negara yang melanjutkan provakasi perang harus berani bertanggung jawab dan menanggung akibatnya sendiri. (Reuters)

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top