Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PM Pakistan Buka Kembali Perbatasan ke Afghanistan

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif pada hari Senin memerintahkan pembukaan kembali dua jalur perbatasan utama ke Afghanistan usai ditutup pada bulan lalu akibat serangkaian serangan yang menurut Islamabad dilakukan oleh gerilyawan yang beroperasi dari wilayah perbatasan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Maret 2017  |  03:08 WIB
PM Pakistan Buka Kembali Perbatasan ke Afghanistan
PM India Narendra Modi (kanan) dan PM Pakistan Nawaz Sharif (kiri) berjabat tangan dalam penutupan KTT Saarc di Kathmandu - Reuters
Bagikan

Kabar24.com, ISLAMABAD,  Pakistan - Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif pada hari Senin memerintahkan pembukaan kembali dua jalur perbatasan utama ke Afghanistan usai ditutup pada bulan lalu akibat serangkaian serangan yang menurut Islamabad dilakukan oleh gerilyawan yang beroperasi dari wilayah perbatasan.

Hubungan kedua negara menegang dalam beberapa bulan terakhir, dengan tindakan saling menuduh satu sama lain tidak cukup untuk mengatasi aksi militan.

Pakistan pada bulan lalu menutup penyeberangan di Torkham, di jalan dari kota Peshawar di Barat Laut ke kota Jalalabad di Afghanistan, dan di Chaman, jalan antara kota Barat Daya Quetta dan Kandahar di Afghanistan.

Pemerintah bertindak setelah lebih dari 130 orang tewas dalam serangkaian serangan oleh militan Pakistan yang menurut pemerintah Pakistan berlindung di Afghanistan. Sedangkan Afghanistan membantah tuduhan tersebut.

Afghanistan telah lama menuduh Pakistan menutup mata terhadap keberadaan komandan Taliban Afghanistan di wilayahnya dan bahkan mendukung kelompok militan tersebut, sesuatu yang dibantah keras oleh Islamabad.

"Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif telah mengeluarkan perintah untuk segera membuka perbatasan Pakistan-Afghanistan," kata kantor pemerintahan Sharif dalam sebuah pernyataan.

Sharif mengatakan keputusan itu masih dalam proses untuk dilakukan meskipun serangan militan baru-baru ini di Pakistan sedang ditelusuri kembali ke militan menggunakan tempat-tempat perlindungan di Afghanistan.

"Kami berharap bahwa pemerintah Afghanistan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menghilangkan alasan-alasan sehingga langkah ini (penutupan perbatasan) diambil," tulis keterangan tersebut menambahkan.

Sumber-sumber keamanan Pakistan mengatakan sejumlah komandan Taliban Pakistan tewas dalam serangan pesawat tak berawak yang dilakukan Amerika Serikat pada pekan lalu di Afghanistan, meski pun kedua negara tidak membenarkan informasi terkait serangan itu.

Attahullah Khogyani, juru bicara Gubernur Provinsi Nangarhar di Afghanistan mengatakan pembicaraan perbatasan sedang berlangsung tetapi gerbang di Torkham masih belum dibuka.

Penutupan perbatasan menghambat rute perdagangan utama bagi Afghanistan yang wilayahnya berada di tengah-tengah benua meski pun juga memiliki hubungan perdagangan dengan tetangga lainnya, misalnya Iran.

Tahun lalu Pakistan mulai membangun penghalang di Torkham, menyulut kemarahan Afghanistan yang menolak garis perbatasan Jalur Durand pada era kolonial yang disusun pada tahun 1893 dan tidak ingin mengakui perbatasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

afghanistan pakistan

Sumber : ANTARA/REUTERS

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top