Sulut Bakal Permudah Izin Hotel

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bakal mempermudah izin investasi di sektor perhotelan guna mendongkrak jumlah akomodasi yang saat ini dinilai kurang memadai.
Rivki Maulana | 19 Maret 2017 19:27 WIB
Boulevard di Manado Sulawesi Utara - Indonesia.Travel

Bisnis.com, MANADO -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bakal mempermudah izin investasi di sektor perhotelan guna mendongkrak jumlah akomodasi yang saat ini dinilai kurang memadai.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, mengatakan jumlah hotel di Bumi Nyiur Melambai perlu ditambah sejalan dengan tren pariwisata yang terus menanjak. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen memberikan kemudahan perizinan agar investor tertarik membenamkan modal.

"Siapapun silahkan datang. Perizinan tidak akan rumit selama tidak merusak lingkungan. Ini komitmen kami bersama seluruh pemerintah daerah [di Sulawesi Utara] karena kami canangkan tahun ini adalah tahun investasi," jelas Olly di Manado, Sabtu malam (18/3/2017).

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2015 jumlah kamar hotel berbintang di Sulut pada 2015 mencapai 29 hotel dengan kapasitas kamar mencapai 2.757. Adapun, jumlah kamar nonbintang mencapai 207 hotel dengan jumlah kamar 3.656. Sementara itu tingkat penghunian kamar atau okupansi kamar hotel di Sulawesi Utara juga tercatat di atas rata-rata nasional. Tahun lalu, tingkat okupansi berkisar 58,73% hingga 72,69%. Rata-rata tingkat okupansi sepanjang tahun mencapai 64,91%.

Sejalan dengan kenaikan kunjngan wisatawan, sektor penyediaan akomodasi & makan minum pada 2016 juga ikut terkerek. Sektor ini tumbuh 12,65% dan menjadi salah satu dari tiga mesin pertumbuhan ekonomi Sulut yang tumbuh 6,17%.

Olly menuturkan, peluang investor untuk menanamkan modal di Sulawesi Utara kian terbukan karena saat ini pihaknya telah menerbitkan peraturan daerah mengenai zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. "Turis setiap harus terus masuk, jadi masih banyak kesempatan," tukasnya.

Dia menerangkan, kunjungan turis asing dalam dua bulan pertama 2017 sudah mencapai sekitar 30.000 pelancong. Jumlah tersebut setara 74% terhadap total turis asing yang berkunjung sepanjang 2016 sebanyak 40.624 wisatawan.

Menurut Olly, lonjakan kunjungna turis didorong oleh penerbangan carter langsung dari tujuh kota di China ke Manado. Dia menyebut jumlah penerbangan langsung ke Manado per hari diharapkan naik menjadi 5 penerbangan dengan estimasi penumpang seribu per hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulawesi utara

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top