Multiguna Masih Jadi Andalan Perusahaan Pembiayaan di Sumsel

Perusahaan pembiayaan di Sumatra Selatan tetap mengandalkan penyaluran produk multiguna dalam bisnis industri itu pada tahun ini seiring masih lemahnya daya beli Masyarakat terhadap kendaraan bermotor.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 09 Februari 2017  |  15:08 WIB
Multiguna Masih Jadi Andalan Perusahaan Pembiayaan di Sumsel
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, PALEMBANG -- Perusahaan pembiayaan di Sumatra Selatan tetap mengandalkan penyaluran produk multiguna dalam bisnis industri itu pada tahun ini seiring masih lemahnya daya beli Masyarakat terhadap kendaraan bermotor.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Sumsel Babel, Iwan, mengatakan belakangan ini industri leasing memang ditopang oleh pembiayaan multiguna sejak harga komoditas menurun.

"Bahkan pertumbuhan industri pembiayaan tahun lalu minus karena kinerja pembiayaan mobil baru dan bekas yang kurang baik, tetapi untuk multiguna justru naik 20% dibanding tahun sebelumnya," katanya, Kamis (9/2/2017).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumatra Bagian Selatan, jumlah pembiayaan (financing) sebanyak Rp8,58 triliun pada tahun lalu yang disalurkan 68 perusahaan pembiayaan di Sumsel. Sementara persentase non performing financing (NPF) sebesar 4,54%.

Iwan mengatakan saat ini produk multiguna berkontribusi sekitar 40% terhadap total pembiayaan yang disalurkan anggota APPI di Sumsel. Pihaknya menargetkan share multiguna bisa meningkat 20% pada tahun ini.

Sementara untuk kontribusi pembiayaan kendaraan bermotor sendiri, kata Iwan, justru menurun dari semula 60%-70% sekarang hanya 30%--40%.

Menurutnya, faktor yang bisa mendorong pertumbuhan pembiayaan di Sumsel adalah kenaikan harga komoditas, seperti karet.

"Kami harapkan harga karet ini naik terus sehingga bisa berdampak pada daya beli masyarakat ke sektor otomotif," ujarnya.

Meski perbaikan harga komoditas ekspor itu menunjukkan perbaikan sejak akhir tahun lalu, namun kata dia, pengaruhnya belum signifikan.

APPI berharap kenaikan harga karet bisa stabil sehingga terjadi pertumbuhan pada industri pembiayaan di Sumsel.

Untuk menjaga pertumbuhan pada tahun ini, dia menambahkan, perusahaan pembiayaan juga lebih selektif dalam penyaluran. Selain itu, banyak perusahaan yang melakukan efisiensi dengan menahan ekspansi melalui pembukaan kantor cabang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
appi, Multiguna

Editor : Martin Sihombing
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top