Dongkrak Pertumbuhan, Pemprov Sumbar Didorong Maksimalkan Investasi

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat diminta mengenjot investasi yang cenderung stagnan, guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah itu tahun depan.
Heri Faisal | 21 Desember 2016 15:50 WIB
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. - Bisnis.com

Bisnis.com, PADANG—Pemerintah Provinsi Sumatra Barat diminta mengenjot investasi yang cenderung stagnan, guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah itu tahun depan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Puji Atmoko menyebutkan prediksi BI terhadap pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun depan hanya di kisaran 5,3% - 5,7%, atau hanya tumbuh 0,1% dari proyeksi tahun ini 5,2% - 5,6%.

“Investasi harus didorong terus, juga mengoptimalkan belanja pemerintah. Perkiraan kami tahun depan pertumbuhan ekonomi Sumbar hanya di kisaran 5,3% - 5,7%,” katanya.

Dia mengatakan potensi perbaikan pertumbuhan ekonomi daerah itu masih terbuka lebar, mengingat mulai pulihnya harga komoditas, dan belanja pemerintah untuk pembangunan infrastruktur di daerah.

Meski begitu, Puji mengakui ancaman ketidakpastian ekonomi global masih mengintai, begitu juga belanja pemerintah yang diharapkan menjadi stimulus untuk mendongkrak pertumbuhan juga terbatas.

Solusinya, pemda mesti mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya daerah melalui investasi. Sumbar misalnya, diharapkan mampu memaksimalkan potensi sektor pariwisata yang menjadi fokus utama pemda setempat.

Sampai akhir tahun ini, ekonomi Sumbar diperkirakan hanya tumbuh maksimal 5,6%. Lambatnya pertumbuhan itu ditopang efisiensi anggaran pemerintah dan pemotongan DAU yang menyebabkan sejumlah proyek batal tender di daerah.

Apalagi, pada kuartal III/2016 ekonomi Sumbar hanya tumbuh 4,82% atau terendah dalam lima tahun terakhir.

Dari sisi lapangan usaha, melambatnya pertumbuhan itu disebabkan kinerja sektor pertanian yang minus 1,09%, akibat cuaca ekstrem yang melanda daerah itu dalam beberapa bulan terakhir.

Padahal, kontribusi sektor pertanian terhadap pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB) Sumbar mencapai 24%.

Meski dibayangi potensi perlambatan, Pemprov Sumbar tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2017, di angka moderat 6,16%, dengan proyeksi inflasi pada kisaran 4,5% plus minus 1%.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan target pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan kesepakatan bersama pemerintah dan DPRD Sumbar yang optimistis terhadap peluang pertumbuhan daerah itu.

“Kami sepakat dengan proyeksi BI, tetapi kami juga yakin akan tumbuh lebih bagus, dan harus diusahakan,” katanya.

Irwan mengatakan sejumlah strategi yang dilakukan, di antaranya mengoptimalkan penyerapan anggaran, meningkatkan investasi, menjaga laju inflasi, dan memaksimalkan pengembangan potensi daerah, terutama sektor pariwisata, pertanian dan perdagangan.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BKPM & PPT) Sumbar mencatatkan nilai investasi hingga kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp4,03 triliun.

Investasi yang masuk ke daerah itu sebagian besar di sektor energi dan kelistrikan, agribisnis, pariwisata, dan industri pengolahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumbar

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top