Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumut Minta Gas Didistribusi Dari Aceh

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menyurati Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM agar gas yang diproduksi di Aceh didistribusikan ke provinsi itu.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 11 November 2016  |  10:58 WIB
Sumut Minta Gas Didistribusi Dari Aceh
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN -  Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyurati Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM agar gas yang diproduksi di Aceh didistribusikan ke provinsi itu.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumut Eddy Saputra Salim melalui pesan singkat yang diterima Antara di Medan, Jumat (11/11/2016), mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pejabat Kementerian ESDM untuk mendapatkan gas lebih murah.

Kebijakan itu diambil untuk mengatasi keluhan dan kesulitan kalangan industri di Sumut karena mahalnya gas yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan usaha.

Selama ini, kalangan usaha di Sumut harus membeli gas dengan harga yang cukup mahal yakni berkisar US$13,9  per MMBtu.

Harga gas tersebut dijual dengan cukup mahal karena didatangkan dari ladang gas Tangguh yang berlokasi di Papua.

Namun Ditjen Migas Kementerian ESDM menawarkan gas yang didatangkan dari Provinsi Aceh dengan tawaran harga US$9,9  per MMBtu.

Karena itu, Pemprov Sumut mengirimkan surat ke Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM sesuai saran yang disampaikan.

Namun dalam surat tersebut, Pemprov Sumut belum mencantumkan harga beli karena jumlah yang ditawarkan Ditjen Migas Kementerian ESDM itu masih dianggap memberatkan.

"Kita minta turun tetapi harganya belum disebut," katanya.

Belum dicantumkannya harga beli gas tersebut mengacu pada harapan Presiden Joko Widodo agar harganya berkisar 6 dolar As per MMBtu.

Harapan kepala negara tersebut sangat didukung agar industri di Tanah Air mampu bersaing dengan tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang menetapkan harga gas 6 dolar As per MMBtu.

"Presiden punya harapan harganya 6 dolar As per MMBtu. Makanya kita tidak mencantumkan harga agar dapat diturunkan (dari 9,9 dolar As per MMBtu yang ditawarkan Ditjen Migas," kata Eddy Salim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas produksi gas krisis gas sumut

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top