PANGAN ORGANIK: Permintaan di Vietnam Naik, Pasar Dunia US$80 Miliar

Permintaan terhadap hasil produk pertanian organik di Vietnam meningkat dan menunjukkan prospek bisnis cukup menjanjikan di sektor tersebut, kata delegasi seminar di Ho Chi Minh (HCM) City belum lama ini.
Martin Sihombing | 02 November 2016 03:20 WIB
Makanan organik - roguehealthandfitness.com

Bisnis.com, HO CHI MINH CITY -  Permintaan terhadap hasil produk pertanian organik di Vietnam meningkat dan menunjukkan prospek bisnis cukup menjanjikan di sektor tersebut, kata delegasi seminar di Ho Chi Minh (HCM) City belum lama ini.

Le Quy Kha dari Institut Ilmu Pertanian Vietnam Selatan (IAS) mengatakan nilai produk makanan dan minuman organik di pasar dunia meningkat dari US$15,2 miliar   pada 1999 menjadi US$80 miliar pada 2014.

Bahkan angka itu diproyeksi akan terus meningkat.

Jumlah lahan pertanian organik di seluruh dunia dari 1999 sampai 2014 cukup meningkat. Namun kecenderungan positif itu tidak terjadi di Asia, termasuk Vietnam, sehingga kawasan tersebut masih cukup potensial untuk mengembangkan pertanian organik.

Nguyen Cong Thanh, juga berasal dari IAS mengatakan pertanian organik membutuhkan tanah yang tak tercemar, terpisah dari lahan biasa, tidak menggunakan pestisida dan bahan kimia, serta memiliki catatan distribusi hasil produknya.

Pertanian organik memiliki peran penting, mengingat konsumen asing dan lokal cukup memperhatikan faktor kesehatan makanan.

Kha mengatakan pertanian organik memiliki keuntungan, antara lain residu pestisida yang rendah.

Tingginya nilai hasil pertanian organik dan akuakultur memungkinkan Vietnam memasukkan produknya dalam pasar dunia.

Pertanian organik menjadi tren dunia sejak terbukti mampu meningkatkan hasil produksi, pendapatan petani, serta mengurangi emisi gas rumah kaca juga pencemaran kimia, katanya.

Vietnam memiliki sejumlah model pertanian organik yang berhasil, diantaranya Thanh Xuan di Hanoi, Organik La Dat, GreenFarm Vien Phu, dan banyak lainnya, tambahnya.

Pertanian organik mengisi porsi dua persen dari keseluruhan jumlah lahan garapan Vietnam, ujarnya.

Namun perusahaan pertanian masih banyak mengalami kendala.

Misalnya saat ini belum ada organisasi sertifikasi dalam negeri untuk produk organik, sehingga penggarap cukup bergantung ke lembaga asing seperti Control Union, IMO, dan AS, tambahnya.

Kebijakan pemerintah terkait pemberdayaan pertanian organik juga masih belum jelas.

Ia mengatakan pemerintah mesti menjamin kebijakan yang jelas dan transparan sehingga mampu mendorong petani berpindah ke pertanian organik untuk mengikuti persaingan pasar seraya menjamin kesehatan masyarakat.

Penguatan kebijakan penggunaan lahan dan pinjaman untuk petani, perusahaan, produsen pupuk, serta pemangku kepentingan lainnya juga mesti dilakukan, tambahnya.

Pemerintah seyogianya membuat kebijakan yang mendukung penghasil produk organik menciptakan merek dagangnya, berikut pelatihan teknik budidaya untuk petani.

Peserta seminar mengatakan, meningkatkan kesadaran publik terhadap pertanian organik merupakan tantangan besar. Mereka mendesak otoritas terkait agar gencar mengedukasi masyarakat terkait isu itu.

Thanh mengatakan Vietnam memiliki alam yang mendukung pertanian organik, khususnya untuk produksi beras, kacang mede, merica, teh, sayur-mayur, dan ikan.


Sumber : ANTARA/REUTERS

Tag : pertanian organik, Ekspansi Organik
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top