Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Tingginya Curah Hujan, PUPR Siapkan Tiga Langkah

Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan berbagai antisipasi menghadapi tingginya curah hujan atau cuaca ekstrem.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 31 Oktober 2016  |  19:31 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memberi keterangan pers seusai rapat kabinet terbatas soal Waduk Jati Gede di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2015). - Antara/Widodo S. Jusuf
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memberi keterangan pers seusai rapat kabinet terbatas soal Waduk Jati Gede di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2015). - Antara/Widodo S. Jusuf

Kabar24com, JAKARTA--Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan berbagai antisipasi menghadapi tingginya curah hujan atau cuaca ekstrem.

“Saya sudah kumpulkan teman-teman dari Ditjen Sumber Daya Air, untuk melakukan antisipasi. Sesuai dengan prediksi BMKG ekstrem cuaca bisa sampai ke Januari atau Februari (2017) jadi kami harus siap,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin(31/10).

Adapun, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cuaca ekstrem akan terjadi saat ini hingga Februari 2017 nanti.

Basuki menyebutkan antisipasi pertama yang harus dilakukan adalah melakukan walk through atau penyusuran melakukan pemeriksaan tanggul-tanggul dengan tujuan untuk meminimalisir kejadian-kejadian jebol.

“Jadi tanggul-tanggul supaya harus tetap di monitor dengan baik supaya tidak ada kesalahan, seperti jebol," jelasnya.

Kedua adalah melakukan disiplin operasi pintu-pintu air, karena banjir itu tidak hanya akibat meluapnya sungai namun juga bisa disebabkan oleh operasi buka tutup pintu air yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Jadi harus hati-hati operasinya, harus sesuai dengan SOP,” katanya.

Antisipasi terakhir, Basuki menyampaikan, adalah menyiapkan alat-alat berat di daerah rawan longsor. “Kami ke depan juga harus agresif menangani tebing-tebing. Apakah dengan memasang jaring-jaring, angkur-angkur tebing supaya bisa memperkuat tebing,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan early warning system, serta mau membersihkan drainase atau sungai yang tersumbat akibat sampah atau lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kementerian PUPR
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top