Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Perlu Tekan Buah Impor

-Pemerintah Provinsi Jawa Barat dituntut untuk terus mengembangkan buah lokal guna menahan arus derasnya impor dari luar negeri.
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 11 Oktober 2016  |  06:25 WIB
Pedagang buah lokal. - Antara/Zabur Karuru
Pedagang buah lokal. - Antara/Zabur Karuru
Bisnis.com, BANDUNG--Pemerintah Provinsi Jawa Barat dituntut untuk terus mengembangkan buah lokal guna menahan arus derasnya impor dari luar negeri.
 
Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jabar Entang Sastraatmadja mengatakan impor buah selalu membanjiri pasar domestik karena pasokan dari lokal tidak berkualitas maupun kuantitasnya tidak mencukupi.
 
"Impor buah sebetulnya produksi belum mencukupi, buah impor pasti akan datang sepanjang akar masalahnya pengembangan tidak dilakukan pemerintah," ujarnya kepada Bisnis, Senin (10/10).
 
Menurutnya, komitmen Pemprov Jabar soal pengembangan terhadap buah di provinsi tersebut masih kurang. Mereka masih fokus terhadap swasembada pangan seperti padi, jagung, dan kedelai (Pajale). Padahal, sektor hortikultura pun sama pentingnya dengan pangan.
 
"Kelihatannya prioritas belum mengoptimalkan hortikultura. Begitupula dengan dunia usaha yang juga belum ambisius terhadap penyerapan buah lokal," katanya.
 
Oleh karenanya, ujar dia, pemerintah perlu punya keberpihakan terhadap pengembangan buah lokal salah satunya dengan penyediaan anggaran yang besar. "Pointer untuk daya ungkit dari pemerintrah lewat keberpihakan politik anggaran terhadap pengembangan hortikultura terutama buah," katanya. 
 
Di samping itu, kata dia, selama ini buah jeruk, anggur, dan apel terus masuk ke pasar dalam negeri. Padahal, Jabar bisa mengembangkan komoditas itu semua.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buah lokal
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top