Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Panen Dini Puluhan Hektare Tanaman Tembakau

Puluhan hektare tanaman tembakau di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, musim tanam 2016 terpaksa dipanen dini akibat terkena guyuran hujan yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 05 Oktober 2016  |  11:36 WIB
Petani memanen daun tembakau di persawahan desa Mandisari, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (24/8). - Antara/Anis Efizudin
Petani memanen daun tembakau di persawahan desa Mandisari, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (24/8). - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, BANTUL -  Puluhan hektare tanaman tembakau di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, musim tanam 2016 terpaksa dipanen dini akibat terkena guyuran hujan yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

"Hujan yang tidak berhenti ini berakibat pada kualitas tembakau, bahkan dari seluas sekitar 170 hektare tanaman tembakau, hampir 50 persen panen dini," kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Pulung Haryadi di Bantul, Rabu (5/10/2016).

Menurut dia, total lahan yang ditanami tembakau pada musim tanam 2016 diperkirakan seluas 170 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah di antaranya Desa Seloharjo Kecamatan Pundong dan Desa Selopamioro Imogiri.

Namun demikian, kata dia, akibat hujan yang menguyur wilayah Bantul karena dampak anomali cuaca tersebut mengakibatkan beberapa komoditas pertanian termasuk tembakau terkena dampak, karena tanaman ini seharusnya ada di musim kering.

"Musim hujan itu biasanya terjadi pada Oktober, namun ternyata sejak September sudah hujan terus, kalau seharusnya kan kering, ini di luar perkiraan kita, dan khusus untuk tembakau kualitasnya menurun," katanya.

Ia mengatakan, 50 persen dari luas seluruh lahan tembakau 170 hektare atau sekitar 80 hektare itu terpaksa dipanen dini karena terkena dampak parah akibat hujan, sebab kalau dibiarkan terus menerus terkena hujan bisa mengakibatkan gagal panen.

"Itupun hasil panen tidak maksimal, dari yang seharusnya atau normalnya bisa enam kali petik sekali panen, namun rata-rata hanya dua kali, jadi kerugian petani hampir 70 persen, karena dipanen hanya 30 persennya," katanya.

Pulung mengatakan, dalam kegiatan pertanian, cuaca sangat mempengaruhi kualitas dan hasil panen, bahkan lahan tembakau pada musim tanam 2016 yang seluas 170 hektare tersebut menurun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya yang sekitar 400 hektare.

"Luasannya (lahan tembakau) sudah menurun jauh dari tahun lalu, ini karena petani takut menanam tembakau karena bingung dengan cuaca. Musim sekarang ini memang harusnya padi, sehingga kalau tanaman lain jadi seperti ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri tembakau Petani Tembakau

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top