Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejawaran Harry A Poeze Dukung Pemindahan Makam Tan Malaka ke Sumbar

Sejarawan Belanda Harry Albert Poeze mendukung rencana pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat untuk memulangkan makam pahlawan Tan Malaka ke tanah kelahirannya di Suliki.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 25 September 2016  |  03:00 WIB
Tan Malaka - Antara
Tan Malaka - Antara

Bisnis.com, PADANG—Sejarawan Belanda Harry Albert Poeze mendukung rencana pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat untuk memulangkan makam pahlawan Tan Malaka ke tanah kelahirannya di Suliki.

“Saya dukung, pindahkan saja setengahnya [tanah makam]. Karena pemerintah kabupaten Kediri juga tidak mau dipindahkan, jadi biar adil setengah-setengah,” katanya di Padang dalam dialog kebangsaan ‘Kontribusi Putera Minangkabau dalam Mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia’, Sabtu (24/9/2016).

Poeze menyebutkan rakyat Suliki – daerah kelahiran Tan Malaka – menginginkan agar makam pahlawan nasional tersebut dibawa ke tanah kelahirannya.

Keinginan itu, juga sejalan dengan niat pemerintah daerah setempat untuk memulangkan jasad Tan Malaka ke Sumbar.

“Kami akan upayakan [memindahkan makam Tan Malak], dan berkomunikasi dengan pemda Kediri,” kata Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan.

Dia mengungkapkan sudah lama keinginan masyarakat setempat untuk memulangkan makam Datuk Tan Malaka, yang namanya tersohor ke seantero dunia, namun minim mendapatkan penghargaan di republik Indonesia.

Menurutnya, sebagai salah satu pendiri dan peletak dasar negara Indonesia, sudah sepatutnya Tan Malaka mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Salah satunya dengan mengabadikan namanya menjadi nama jalan.

Saat ini, jalan Tan Malaka terpanjang di dunia terdapat di Kabupaten Limapuluh Kota yakni sepanjang 60 kilometer.

Sementara itu, di kota – kota lainnya di Tanah Air, nama Tan Malaka belum diabadikan sebagai nama jalan. Pemkab Limapuluh Kota, imbuh Ferizal, akan menjadikan nama penulis Madilog itu sebagai simbol daerah.

Pemda setempat, bahkan berencana mendirikan rumah sakit daerah dengan nama Tan Malaka sebagai penghormatan terhadap tokoh pergerakan tersebut.  

“Untuk rumah sakit, kami akan ajukan pembahasannya di DPRD, semoga mayoritas menyetujui, dan tahun depan bisa dibangun,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tan Malaka
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top