Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BMKG: Kota Pekanbaru Diselimuti Kabut

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, fog atau kabut mengandung butiran air selimuti wilayah ibu kota Provinsi Riau yakni Pekanbaru, sehingga mengakibatkan jarak pandang menjadi terbatas cuma 300 meter.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 02 September 2016  |  10:50 WIB
BMKG: Kota Pekanbaru Diselimuti Kabut
Ilustrasi kabut di Kota Pekanbaru, Riau. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU -  Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, fog atau kabut mengandung butiran air selimuti wilayah ibu kota Provinsi Riau yakni Pekanbaru, sehingga mengakibatkan jarak pandang menjadi terbatas cuma 300 meter.

"Pukul 7.00 (Wib) pagi ini, dilaporkan jarak pandang cuma 300 meter di Pekanbaru. Tetapi bukan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Riau," terang Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi di Pekanbaru, Jumat (2/9/2016).

Kabut di ibu kota provinsi ini terjadi setelah hujan berlangsung selama hampir empat jam pada siang, sore dan malam hari disertai kelembaban udara minimal berkisar 50 sampai 60%.

Dia berujar, kabut tebal berwarna putih atau disebut juga embun karena mengandung butiran-butiran air yang lebih banyak dan proses terjadi pembentukan pada malam dan dini hari.

Fog ini berada sangat dekat permukaan tanah karena berkondensasi dan menjadi lebih mirip awan berwarna putih dengan kelembaban udara berada di bawah rata-rata atau mendukung.

Selain di Pekanbaru, wilayah lain di Riau dengan jarak pandang terganggu yakni di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu 500 meter. Sementara di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan lima kilometer dan Dumai tujuh kilometer.

"Jarak pandang memang jadi terbatas, tapi fog ini hanya bersifat sementara. Adanya sinar matahari akan sebabkan terjadi penguapan uap air, sehingga semakin siang, maka keadaan semakin terang dan membaik," katanya.

Pada Kamis (1/9), data BMKG setempat menyebut di Dumai terpantau hujan 24.5 milimeter (mm), lalu di Pekanbaru 18,1 mm dan Bangkinang di Kampar tercatat 15,7 mm.

Kemudian Rengat di Indragiri Hulu terpantau 7,1 mm, Pangkalan Kerinsi di Pelalawan dengan volume 3,5 mm, Sei Pakning di Bengkalis 3,3 mm dan Selat Panjang di Kepulauan Meranti 0,2 mm.

"Titik panas di Sumatera pagi ini terpantau enam titik. Tersebar di Lampung tiga titik, Bangka Belitung dua titik dan Kepulauan Riau satu titik, sedangkan Riau dinyatakan nihil," Data Satuan Tugas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Provinsi Riau mengatakan, operasi pemadaman kebakaran masih dilakukan terutama di daerah pesisir Riau seperti Desa Bukit Kerikil Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

Kepala Seksi Base Ops Lanud Roesmin Nurjadi dan Satgas Udara Karlahut Provinsi Riau, Mayor Ferry Duwantoro mengaku, pihaknya telah menebar 41,24 ton garam, sebagai bagian dari proses hujan buatan.

"Teknologi modifikasi cuaca sejak 14 Juli 2016, kita sudah menebar 41,24 ton garam untuk hujan buatan," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau kabut

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top