Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyelundupan Ribuan Burung Digagalkan

Aparat gabungan dari Balai Karantina Pertanian dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1.500 ekor burung tanpa dokumen lengkap.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  13:38 WIB
Ilustrasi Burung berparuh bengkok - Antara
Ilustrasi Burung berparuh bengkok - Antara

Kabar24.com, BANDARLAMPUNG--Aparat gabungan dari Balai Karantina Pertanian dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1.500 ekor burung tanpa dokumen lengkap.

Menurut AA Oka Mantara, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Bandarlampung, didampingi Kepala Unit Polhut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah 3 Lampung Bengkulu, Karit, Kamis, upaya penyelundupan ribuan burung itu dilakukan dengan menggunakan 3 bus, dengan dikemas dalam bentuk paket dibawa dari Palembang, Sumatera Selatan dan Pringsewu, Lampung.

Nilai burung yang diselundupkan itu mencapai puluhan juta rupiah.

Sebanyak 1.500 ekor itu dalam kemasan paket tujuan Jakarta. Paket burung selundupan tersebut dibawa dalam tiga unit bus, yaitu Bus DAMRI asal Pringsewu, Lampung, dan Bus Telaga Indah dan Sinar Dempo dari Sumatera Selatan.

Penyitaan burung-burung itu dilakukan dalam razia aparat pada Rabu (24/8) malam, saat bus hendak melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung untuk menyeberang Selat Sunda ke Pelabuhan Merak Banten menuju ke Pulau Jawa.

Paket burung tersebut disita aparat karena tidak mengantongi izin administrasi serta surat menyurat yang diperlukan.

Namun, mengingat ribuan burung itu bukan termasuk jenis satwa dilindungi, pemilik atau penjual harus mengantongi surat angkut tumbuhan dan satwa dalam negeri yang dikeluarkan oleh BKSDA daerah asal pengiriman.

Jumlah burung yang disita adalah sebanyak 1.500-an ekor, berasal dari berbagai jenis di antaranya pleci, prenjak, betet, kutilang, dan perkutut.

Usai disita, burung-burung tersebut diserahkan kepada BKSDA Wilayah 3 Lampung Bengkulu untuk dilepasliarkan antara lain di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR) Lampung.

Selama ini, jalur lintas penyelundupan hewan dan satwa marak terjadi di sepanjang Jalan Lintas Sumatera dan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung.

Karena itu, saat ini aparat mengintensifkan pengawasan dengan memperketat razia dan pemeriksaan terhadap kendaraan yang hendak berlayar melalui Selat Sunda lewat pelabuhan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

burung penyelundupan
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top