Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Erdogan Himpun 5 Juta Massa Deklarasikan Kemarahan pada AS & Eropa

Pascakudeta di Turki Juli lalu, Presien Tayyip Erdogan mengumpulkan lebih dari sejuta massa dan mengatakan bahwa kudeta gagal tersebut akan menjadi sebuah batu loncatan untuk membangun negara Turki yang lebih kuat.
Erdogan Kumpulkan Massa Pascakudeta/Reuters
Erdogan Kumpulkan Massa Pascakudeta/Reuters

Kabar24.com, ISTANBUL -  Pascakudeta di Turki Juli lalu, Presien Tayyip Erdogan mengumpulkan lebih dari sejuta massa dan mengatakan bahwa kudeta gagal tersebut akan menjadi sebuah batu loncatan untuk membangun negara Turki yang lebih kuat.

Presiden Erdogan menentang kritik yang datang dari negara-negara barat terkait tindakan pembersihan massal yang dilakukannya dan bersumpah untuk menghancurkan siapa saja yang berada di balik kudeta tersebut.

Sebuah wilayah bernama Yenikapi di bagian selatan Istanbul berubah menjadi lautan manusia ketika Erdogan mengadakan kampanye yang disebut Demokrasi dan Martir pascakudeta Juli lalu. Melalui kampanye ini, Erdogan ingin menunjukkan kekuatannya. Erdogan sangat marah akibat sejumlah kritik yang dilancarkan oleh negara-negara Eropa terhadap respon agresifnya dalam menangai kudeta Juli lalu. Dia juga marah karena Amerika enggan menyerahkan pria yang dituduh mendalangi kudeta tersebut.

Sejumlah sapanduk juga terlihat di antara lautan manusia yang tampak memerah karena memegang bendera Turki.  Spanduk tersebut bertuliskan :Kau adalah pemberian dari Tuhan, Erdogan. Ada pula spanduk lain bertuliskan : Perintahkan kami untuk mati dan kami akan melakukannya.

Ada pula hal unik lain yang terjadi dalam kampanye kali ini yakni bergabungnya partai oposisi dalam kampanye yang mendukung pemerintah yang tidak pernah terjadi selama berpuluh-puluh tahun sebelumnya.

“Musuh kita yang menunggu kejatuhan Turki malam itu, keesokan harinya bangun dengan kesedihan karena hal-hal akan jauh lebih sulit mulai saat ini,” ujar Erdogan terkait kudeta gagal pada 15 Juli lalu seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/8/2016).

Dia mengatakan, bahwa mulai saat ini, mereka akan sangat hati-hait dalam memeriksa siapapun yang ada di bawah pemerintahannya baik yang ada di kemiliteran, peradilan, dan menyingkirkan orang-orang yang tidak sepaham.

Jumlah orang yang mengikuti parade kampanye tersebut diperkirakan sekitar lima juta orang. Sejak kudeta tersebut, pemerintah Turki telah memecat dan menahan serta menginvestigasi puluhan ribu orang termsuk tentara, polisi, hakim, jurnalis, petugas medis dan pegawai negeri yang diduga terlibat atau mendukung kudeta.

Hal ini memicu kekhawatiran negara-negara barat yang menduga bahwa Erdogan memanfatkan kudeta untuk memperkuat cengkeraman kekuasaannya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Nancy Junita
Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper