Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dinsos Pekanbaru Amankan Pengemis Miliki Tabungan Ratusan Juta Rupiah

Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Pekanbaru mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Pekanbaru untuk tidak memberikan uang kepada pengemis di pemberhentian lampu lalu lintas atau di pinggir jalan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 25 Juni 2016  |  15:52 WIB
Ilustrasi-Pengemis di Jakarta - Antara
Ilustrasi-Pengemis di Jakarta - Antara

Kabar24.com, PEKANBARU – Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Pekanbaru mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Pekanbaru untuk tidak memberikan uang kepada pengemis di pemberhentian lampu lalu lintas atau di pinggir jalan.

Selain tak tepat sasaran, juga karena tidak semua yang meminta-minta adalah orang yang miskin. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya salah satu pengemis kaya dan punya banyak uang, biasa meminta sumbangan di salah satu traffic light di Pekanbaru.

Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Pekanbaru, Chairani melalui Kepala Shelter Pekanbaru Adi dalam keterangan persnya Sabtu (25/6/2016) mengatakan pihaknya mengamankan seorang pengemis dengan uang tunai puluhan juta.

"Pengemis tersebut bernama Siti Jasmi (38) yang telah dititipkan dan dibina selama sepekan terakhir di Shalter milik Dissoskam Pekanbaru. Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Pekanbaru juga menerima titipan pengemis asal Kabupaten Kepulauan Meranti dari Dinas Sosial Provinsi Riau," katanya.

Dia menjelaskan berdasarkan bukti yang mereka dapatkan, Siti dinilai memiliki buku tabungan berisi uang yang cukup banyak hampir ratusan juta dengan uang tunai puluhan juta di dalam kantong plastik.

"Kami mengimbau masyarakat yang hendak memberikan sedekah, hendaknya melalui lembaga-lembaga yang resmi dan sah. Jangan memberikan sumbangan di pinggir jalan ataupun rumah makan. Berikanlah sumbangan anda melalui lembaga resmi. Kami meminta kepada pelaku usaha untuk memberikan peluang kerja bagi masyarakat kelas menengah bawah ini," katanya.

Disebutkannya dari temuan mereka terhadap kasus Siti, setelah diperiksan melalui buku tabungan yang menjadi barang bukti Dinsos, uang yang banyak tersebut diduga diperoleh melalui mengemis. 

"Dia mengaku hasil jual tanah. Tetapi jika jual tanah tak mungkin per tiga hari sekali melakukan setoran Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan, ditambah lagi emas yang dipakainya," katanya.

Untuk itu kembali pihaknya meminta peran serta masyarakat agar tidak memberikan sumbangan di jalan, karena mendorong pengemis tetap menjalankan kegiatannya dan membuat mereka kian malas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sosial pekanbaru sedekah
Editor : Andhina Wulandari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top