Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ingin Jadi Dokter? Bayarlah Uang Kuliah Awal Rp70 Juta di Kampus Ini

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mematok biaya penerimaan mahasiswa baru pada jalur mandiri minimal Rp15 juta. Sedangkan untuk mahasiwa Fakultas Kedokteran, uang kuliah awal (UKA) mencapai Rp70 juta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Juni 2016  |  03:05 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Kabar24.com, SURABAYA - Dua kampus di Kota Pahlawan Surabaya mengumumkan biaya yang harus dibayarkan orang tua yang menginginkan anaknya kuliah melalui jalur mandiri.

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mematok biaya penerimaan mahasiswa baru pada jalur mandiri minimal Rp15 juta. Sedangkan untuk mahasiwa Fakultas Kedokteran, uang kuliah awal (UKA) mencapai Rp70 juta.

Rektor Unair, Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak di Surabaya, Minggu (12/6/2016) mengatakan Unair akan membuka jalur mandiri untuk penerimaan mahasiswa baru mulai Senin (13/6/2016) hingga 14 Juli mendatang.

"Jalur mandiri tahun ini memiliki kuota lebih besar dari tahun lalu 20% menjadi 30%. Hal ini karena jalur mandiri juga menerima pendaftar bidikmisi," katanya ketika dikonfirmasi.

Ia mengatakan untuk Uang Kuliah Awal (UKA) yang merupakan tarif minimal dan dibayarkan sekali pada saat masuk paling rendah sebesar Rp15 juta. Biaya ini disesuaikan dengan program studi yang dipilih, dan paling tinggi pada prodi pendidikan kedokteran dengan UKA Rp70 juta.

"Biaya ini belum termasuk Uang Kuliah Sementeran (UKS) yang dibayarkan tiap semester. Besarannya juga ditentukan oleh prodi masing-masing, yaitu berkisar Rp4 juta sampai Rp15 juta," ujarnya.

Menurut dia, jika menginginkan biaya yang rendah, maka harus mengikuti jalur bidikmisi. Jika pendaftar bidikmisi yang memenuhi persyaratan Tes Potensi Akademik melebihi kuota yang ada, maka akan mengusahakan penambahan kuota.

"Jika pendaftar bidikmisi yang sudah memenuhi persyaratan Tes Potensi Akademik melebihi kuota, kami akan berusaha menambah kuota ke Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti)," terangnya.

Peserta bidikmisi, lanjutnya meskipun tidak lolos seleksi bidikmisi, akan diberikan tarif khusus yang lebih rendah. Calon mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi akan dibantu, sedangkan yang berprestasi pun akan difasilitasi.

Sementara itu, ITS pun mematok besaran biaya minimal atau Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang harus dikeluarkan orang tua saat anaknya memilih jalur seleksi mandiri yaitu Rp20 juta.

"Besaran ini disesuaikan dengan program studi yang dipilih, bahkan ada yang mencapai Rp45 juta," tutur Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc Es PhD.

Selain SPI, lanjutnya mahasiswa yang diterima melalui seleksi mandiri atau yang dinamakan Program Kemitraan dan Mandiri (PKM) ditetapkan Uang Kuliah (UK) tiap semesternya sebesar Rp7,5 juta.

"Program PKM ditetapkan uang kuliahnya Rp7,5 juta per semester, kecuali untuk biaya pendidikan pada program Double Degree Marine Engineering sebesar Rp19,7 juta pada semester pertama dan Rp 17,5juta pada semester berikutnya," paparnya.

Ia merinci, total yang akan dibiayai bidikmisi oleh ITS adalah sekitar 300 mahasiswa. Masing-masing melalui jalur SNMPTN 40 persen, SBMPTN 30 persen dan PKM 30 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalur mandiri biaya kuliah

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top