Green Camp Ajak Anak Peduli Lingkungan Guna Mencegah Bencana Alam

Kegiatan Green Camp dan sejenisnya agar lebih sering diselenggarakan di Tangerang Selatan guna menumbuhkan kesadaran dan kepedulian anak terhadap lingkungannya sejak masih berusia dini.
Nurudin Abdullah | 02 Maret 2016 18:42 WIB
Ilustrasi. Kegiatan Green Camp dan sejenisnya agar lebih sering diselenggarakan di Tangerang Selatan guna menumbuhkan kesadaran dan kepedulian anak terhadap lingkungannya sejak masih berusia dini. - Bisnis

Bisnis.com, TANGSEL - Kegiatan Green Camp dan sejenisnya agar lebih sering diselenggarakan di Tangerang Selatan guna menumbuhkan kesadaran dan kepedulian anak terhadap lingkungannya sejak masih berusia dini.

Santy Widiastuti, orang tua dari siswa Madrasah Ibtidaiyah, mengatakan sangat senang anaknya ikut kegiatan Green Camp 2016 di Sekolah Hikari, Setu, Tangsel pada akhir pekan lalu karena banyak manfaat yang diperoleh.

“Kesadaran dan kepedulian anak saya terhadap lingkungan sekitar terlihat semakin tinggi setelah mengikuti dua hari kegiatan Green Camp. Maka saya berharap kegiatan seperti ini agar sering dilakukan,” katanya, Rabu (2/3/2016).

Menurutnya, selain kepedulian terhadap lingkungannya meningkat juga pergaulan dengan taman-temannya semakin baik, karena pengalaman meingkuti Green Camp bersama ratusan peserta lain dari berbagai sekolah.  

Kegiatan Green Camp 2016 terselenggara atas kerja sama antara   Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangsel dan lembaga Indonesian Education Promoting Foundation.

Green Camp bertema Penanggulangan Bencana dan Pembuatan Hazard Map itu melibatkan sekitar 168 peserta dari seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kecamatan Setu.

Billy Rizky Aditya, Ketua Penyelenggara Green Camp 2016, menjelaskan kegiatan Green Camp mengajarkan kepada para peserta tentang bagaimana penanggulangan bencana dan membuat hazard map.

Kepada peserta diberikan pemahaman mengenai cara mencegah dan menjaga alam agar bencana yang disebabkan oleh manusia itu tidak terjadi. Sehingga anak-anak paham dan tidak akan melakukan hal yang menyebabkan bencana tersebut.

Selain itu, lanjutnya, kepada para peserta yang terdiri dari siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah itu juga diajarkan cara membuat kompos, menanam pohon pucuk merah, serta memilah sampah organik dan anorganik.

“Para siswa-siswi juga mendapatkan pengalaman outbond selama dua hari. Mereka bergembira menikmati semua acara yang intinya mengedukasi sejak dini agar sadar terhadap lingkungan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tangerang selatan, lingkungan hidup, sekolah dasar

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top