GERHANA MATAHARI TOTAL: BMKG Sediakan 9 Teropong Untuk Publik

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Palu, akan menyiapkan sebanyak 12 teropong bagi publik di lokasi pengamatan Gerhana Matahari Total (GMT), 9 Maret 2016.
Martin Sihombing | 02 Maret 2016 16:00 WIB
Gerhana matahari - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Palu, akan menyiapkan sebanyak 12 teropong bagi publik di lokasi pengamatan Gerhana Matahari Total (GMT), 9 Maret 2016.

Kepala BMKG Kelas I Palu Petrus Demon Sili di sela-sela uji coba teropong di halaman TVRI Sulawesi Tengah, Rabu (2/3/2016) mengatakan teropong yang diujicoba saat ini, akan dipasang kembali saat pengamatan GMT dan terbuka bagi masyarakat yang ingin melihat.

Dia mengatakan, persiapan hari ini merupakan uji coba nasional BMKG hari pelaksanaan pengamatan nantinya. Selain itu, Kota Palu merupakan salah satu lokasi pengamatan publik, selain beberapa daerah lainnya di Sulteng seperti Sigi, sebagian Donggala, Parigi Moutong, Poso, Ampana dan Luwuk.

"Semua pengunjung dapat menyaksikan seluruh fase terjadinya GMT, melalui video streaming yang akan dikerjakan dengan bekerja sama PT. Telkom Indonesia," ujarnya.

Sesuai dengan kewenangan BMKG yang diatur melalui Undang-undang nomor 31 tahun 2009 tentang BMKG, lanjutnya, pihaknya memiliki kewenangan untuk meneliti gravitasi bumi dan tanda waktu.

Sehingga pihaknya melakukan penelitian sejak 1 Februari, untuk mengetahui medan magnet bumi ketika sinar matahari terhalang oleh bulan.

Ketika matahari terhalang oleh bulan akan diteliti medan magnet bumi terjadi anomali atau tidak. Kemudian juga meneliti gaya gravitasi bumi. Daya tarik gravitasi yang cukup kuat saat bumi dan planet lain satu garis lurus secara vertikal.

"Ada dua jenis pengamatan yang akan dilakukan BMKG, yakni untuk keperluan penelitian dan untuk pengamatan publik," ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat, agar tidak menatap gerhana matahari pada sentuhan awal 7:00 sampai pukul 8:37 menit. Kemudian tepat GMT dalam durasi dua menit boleh dipandang langsung. Saat piringan bulan lepas dari piringan matahari pukul 10:00, tidak boleh ditatap karena akan mengganggu retina mata.

Sejumlah institusi dipastikan ikut dalam penelitian bidang astronomi tersebut seperti BMKG, LIPI, LAPAN, Himpunan Astronomi Amatir Jakarta di Palu, Boscha di Poso. Hal ini untuk mendokumentasikan bila ada wilayah yang tidak bisa melihat gerhana.

Pihaknya juga memprediksikan cuaca Kota Palu cerah dan berawan. Sementara untuk Siang sampai malam berpeluang hujan.


Sumber : ANTARA

Tag : Gerhana Matahari
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top