US Treasury Diprediksi Turun karena Pengetatan Moneter Lebih Lamban

Surat utang negara AS atau US Treasury Diprediksi Turun karena Pengetatan Moneter Lebih Lamban
Sri Mas Sari | 02 Januari 2016 18:44 WIB
Mata uang dolar Amerika Serikat - Antara

Bisnis.com, NEW YORK -- Surat utang negara Amerika Serikat atau disebut US treasury diperkirakan turun sepanjang semester I/2016 dengan imbal hasil meningkat moderat karena spekulasi normalisasi kebijakan moneter the Federal Reserve akan lebih gradual ketimbang yang diramalkan pejabat bank sentral.

Estimasi media para ahli strategi keuangan dan ekonom yang disurvei Bloomberg menunjukkan imbal hasil treasury 10 tahun naik ke level 2,55% dalam enam bulan dari 2,27% pada Kamis pekan ini. Adapun yield surat utang dua tahun, surat berharga dengan jatuh tempo lebih pendek yang lebih dekat dnegan outlook kebijakan the Fed, akan naik ke posisi 1,33% akhir Juni, yang merupakan level tertinggi sejak 2008 dari 1,05%. 

"Anda mempunyai the Fed yang akan menaikkan suku bunga perlahan, dengan pasar yang masih bertanya seberapa cepat the Fed menaikkannya," kata Scott Buchta, Kepala Strategi Pendapatan Tetap pada Brean Capital di New York seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (2/1/2016).

Di sisi lain, kata dia, masih ada tantangan dari sisi pajak dan aturan serta pertumbuhan upah yang belum memenuhi syarat kenaikan suku bunga serta kelesuan tenaga kerja. 

Kejatuhan harga minyak dan penguatan dolar membatasi dorongan kenaikan harga di AS, di mana sinyal penguatan ekonomi kontras dengan pelemahan pertumbuhan di China dan Eropa. Inflasi yang jinak memberikan sedikit dorongan bagi yield treasury untuk mendesak pejabat the Fed untuk menormalisasi kebijakan mengganggu aktivitas ekonomi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
us treasury, suku bunga the fed, normalisasi kebijakan moneter

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top