Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prancis Serukan Negara Teluk Terima Lebih Banyak Pengungsi

Perdana Menteri Prancis Manuel Valls menyeru negara-negara Teluk untuk menerima lebih banyak pengungsi yang melarikan diri dari Suriah, mengatakan "bencana kemanusiaan" bisa meletus di Balkan jika Eropa tidak mengontrol perbatasannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 November 2015  |  23:50 WIB
Pengungsi dan para migran menanti untuk bisa diangkut bus menuju perbatasan Yunani dan Masedonia, (6/10/2015) - Reuters/Alkis Konstantinidis
Pengungsi dan para migran menanti untuk bisa diangkut bus menuju perbatasan Yunani dan Masedonia, (6/10/2015) - Reuters/Alkis Konstantinidis

Bisnis.com, EVRY, PRANCIS--Perdana Menteri Prancis Manuel Valls menyeru negara-negara Teluk untuk menerima lebih banyak pengungsi yang melarikan diri dari Suriah, mengatakan "bencana kemanusiaan" bisa meletus di Balkan jika Eropa tidak mengontrol perbatasannya.

"Saya akan mengatakannya lagi, Eropa tidak dapat menerima semua pengungsi yang berasal dari Suriah. Itu sebabnya kita perlu solusi diplomatik, militer dan politik di Suriah," kata Valls pada Jumat malam (27/11).

"Setiap negara harus memainkan peran; saya terutama berpikir tentang negara-negara Teluk," kata Perdana Menteri saat diskusi dengan warga Evry di pinggiran Paris, yang fokus pada reaksi terhadap serangan yang mengguncang Ibu Kota dua pekan lalu .

Sebagian besar dari sekitar empat juta pengungsi Suriah yang melarikan diri dari negara mereka sejak perang saudara pecah telah melakukan perjalanan ke negara tetangga Libya, Jordania atau Turki.

Tapi Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab dan negara-negara Teluk lainnya tetap menutup negaranya untuk para pengungsi, sementara Eropa berjuang untuk mengadopsi kebijakan umum terhadap ratusan ribu pengungsi yang tiba di perbatasannya.

Kecuali perbatasan Uni Eropa dikendalikan dengan baik "kita akan melihat bencana kemanusiaan di Balkan pada musim dingin ini dan Eropa akan kembali ditutup," kata Valls mengingatkan.

Dan sementara Perdana Menteri menolak adanya hubungan antara pengungsi asli dan terorisme, ia juga menyoroti bahaya jika teroris diizinkan masuk ke Uni Eropa bersama orang-orang yang melarikan diri dari perang.

"Hanya butuh beberapa teroris menyelinap bersama arus masuk pengungsi, dan orang-orang Eropa mengatakan, 'Tunggu, jika teroris masuk bersama dengan pengungsi, maka berarti setiap pengungsi bisa menimbulkan ancaman', " katanya seperti dilansir kantor berita AFP.

Lebih dari 800 ribu imigran telah tiba di Eropa melalui laut sejak awal tahun, mayoritas berasal dari Timur Tengah


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengungsi suriah

Sumber : Antara

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top