Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sindikat Penjualan Hewan Langka: Pelaku Pasok Satwa Langka ke Dubai dan Kuwait

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiyono mengatakan, tersangka penjual satwa Indonesia yang dilindungi pernah memasok ke Dubai, UEA dan Kuwait.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 18 November 2015  |  18:35 WIB
Orang Utan - Ilustrasi
Orang Utan - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA  - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiyono mengatakan, tersangka penjual satwa Indonesia yang dilindungi pernah memasok ke Dubai, UEA dan Kuwait.

"Dari 6 tersangka yang kami tangkap, salah satu tersangka pernah mengirim satwa langka ke Dubai dan Kuwait. Pada Juli lalu 2 ekor Orang Utan dikirim ke Kuwait, dan 1 Beruang Madu dikirim ke Dubai," kata Mujiyono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/11/2015).

Sementara itu, Mujiyono juga menegaskan kepolisian akan terus menguak kasus jual beli satwa langka Indonesia.

Menurutnya, polisi akan bekerja sama dengan LSM luar negeri untuk melacak track record peredaran satwa langka tersebut ke luar negeri.

"Kita akan mengembangkan kasus ini sampai akarnya. Kita akan bekerja sama dengan LSM luar negeri untuk menyelidiki bagaimana satwa langka ini bisa sampai ke luar negeri. Hal itu ditujukan agar satwa kita tetap lestari di Indonesia," tambah Mujiyono.

Adapun satwa-satwa langka yang berhasil diamankan polisi merupakan hewan yang berasal dari Sumatra dan Papua.

Dari hasil operasi, polisi berhasil mengamankan 1 ekor Macan Dahan, 2 ekor Owa Sumatra, 1 ekor Beruang Madu, dan 4 ekor Cenderawasih.

Sebelumnya, polisi telah menangkap 6 tersangka yang diduga memperjualbelikan satwa dilindungi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hewan langka
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top