Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Isu Beras Plastik: Polda Metro Periksa 3 Pelapor. Hasilnya Nihil

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiyono mengatakan pihaknya telah memeriksa 3 pelapor terkait kasus dugaan beras plastik di Bekasi, Jawa Barat.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 02 November 2015  |  15:31 WIB
Ilustrasi: pekerja sedang merapikan tumpukan karung beras. - Antara
Ilustrasi: pekerja sedang merapikan tumpukan karung beras. - Antara

Kabar24.com, JAKARTA  - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiyono mengatakan pihaknya telah memeriksa 3 pelapor terkait kasus dugaan beras plastik di Bekasi, Jawa Barat.

Dia menegaskan, 3 lab yang memeriksa sampel-sampel beras diduga berbahan plastik tersebut menyatakan negatif dan menyatakan beras yang dikeluhkan pelapor adalah beras asli.

"Dalam mendalami kasus ini kita sudah memeriksa 3 pelapor, kita memeriksa saksi terkait termasuk penjual sampai ke penggilingannya. Kita telah memeriksa sampel dan 3 lab menyatakan negatif semua," kata Mujiyono di Mapolda Metro Jaya, Senin (2/11/2015).

Mujiyono juga menggarisbawahi bahwa korban yang mengaku sakit perut bisa saja karena hal yang lain.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa 33 saksi dari berbagai instansi, 5 orang ahli, sampel beras, sampel sisa bubur, dan sampel sisa muntahan sebelum memutuskan untuk menghentikan kasus dugaan beras plastik itu karena tidak ada unsur tindak pidana di dalamnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Beras Plastik
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top