Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belarusia Tolak Pembangunan Pangkalan Udara Rusia

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan negaranya tidak menginginkan pangkalan udara Rusia, meskipun Rusia berkeras untut tetap membangun fasilitas tersebut.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 07 Oktober 2015  |  19:33 WIB
Ilustrasi: Pesawat Rusia SU-33 - Reuters/Pavel Rebrov
Ilustrasi: Pesawat Rusia SU-33 - Reuters/Pavel Rebrov

Kabar24.com, BELARUSIA - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan negaranya tidak menginginkan pangkalan udara Rusia, meskipun Rusia berkeras untut tetap membangun fasilitas tersebut.

Lukashenko mengaku belum pernah membicarakan masalah tersebut dengan pihak Rusia. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin diyakini telah memerintahkan stafnya untuk menyempurnakan kesepakatan tersebut.

Sebelumnya, ratusan aktivis Belarusia menggelar aksi protes di Minsk terhadap rencana Rusia tersebut, Minggu (4/10/2015).

Belarusia merupakan sekutu Rusia yang juga anggota dari serikat ekonomi yang dipimpin Rusia.

"Kami tidak perlu pangkalan udara saat ini," kata Lukashenko kepada media setempat, seperti dilansir BBC, Rabu (7/10/2015).

"Saya mendengar jeritan dari rakyat yang menentang rencana tersebut. Saya tidak tahu apa-apa lagi tentang hal itu. Kita butuh pesawat, bukan pangkalan udara. Kami memiliki pilot yang sangat baik. Mengapa saya harus mengizinkan pilot dan pesawat dari negara lain?" ujarnya.

Sementara itu, Rusia sejauh ini belum membuat komentar menanggapi pernyataan Lukashenko tersebut.

Sebelumnya, Rusia telah memiliki sebuah stasiun radar di Belarusia yang berbatasan dengan tiga negara anggota NATO dan Ukraina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia belarusia

Sumber : BBC

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top