Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mapolda Jateng Terbakar: Jelang Kebakaran, Ini Aktivitas Wakapolda Jateng

Wakil Kapolda Jawa Tengah Brigadir Jenderal Pol Musyafak mengatakan sebelum kebakaran diketahui, dirinya sedang memimpin rapat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 September 2015  |  15:25 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Kabar24.com, SEMARANG -- Kebakaran yang terjadi di Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah diduga diakibatkan arus pendek atau korsleting listrik.

Wakil Kapolda Jawa Tengah Brigadir Jenderal Pol Musyafak mengatakan sebelum kebakaran diketahui, dirinya sedang memimpin rapat.

Ia menyebutkan peristiwa yang membakar markas kepolisian daerah Jateng, Rabu (30/9/2015) siang, tersebut diduga berawal dari hubungan pendek arus listrik.

Musyafak menuturkan, sesaat sebelum kejadian dirinya sedang memimpin rapat di lantai dua.

"Sekitar pukul 11.17 WIB, listrik saat itu padam," ungkapnya.

Menurut dia, saat itu dirinya mendengar seperti benda yang terbakar.

"Rapat langsung saya bubarkan," ucapnya.

Ia menuturkan api saat itu dengan cepat membesar.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Pol Nur Ali langsung kembali ke markas setelah menggelar kegiatan di Wonogiri.

Menurut dia, langkah pertama yang dilakukan yakni pemadaman api dengan dibantu pemadam kebakaran.

Selanjutnya, kata dia, akan dilakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Sebelumnya, gedung B di bagian tengah di Markas Polda Jawa Tengah ludes terbakar.

Di gedung tersebut terdapat sejumlah satuan kerja, seperti Biro Sumber Daya Manusia, Inspektorat Pengawas Daerah, Direktorat Intelijen, bagian keuangan, Biro Perencanaan, dan ruang aula.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran polda jateng

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top