Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hari Kedua di Rotterdam, Ahok Hasilkan Kerja Sama Bisnis US$5 Miliar

Seperti dikutip dari website pribadi Gubernur Ahok, www.ahok.org, melalui tulisannya sendiri bertajuk Laporan Kunjungan Kerja Basuki di Rotterdam Belanda, yang diunggah pada Kamis, 24 September 2015, Ahok memaparkan secara rinci kegiatan apa saja yang dilakukannya selama kunjungan, hingga sampai detail terkecil, seperti waktu kegiatan dan ungkapan perasaan hatinya saat di sana.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 25 September 2015  |  05:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kiri) berkunjung ke Rotterdam,Belanda - Ahok.org
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kiri) berkunjung ke Rotterdam,Belanda - Ahok.org

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, usai melakukan sejumlah kegiatan pada hari pertama kunjungannya di Rotterdam, Belanda, pada Minggu (20/9), hingga pukul 22.40 waktu setempat, langsung dilanjutkan dengan sejumlah agenda padat di hari kedua, Senin, 21 September 2015, mulai pukul 07.00 waktu setempat.

Seperti dikutip dari website pribadi Gubernur Ahok, www.ahok.org, melalui tulisannya sendiri bertajuk Laporan Kunjungan Kerja Basuki di Rotterdam Belanda, yang diunggah pada Kamis, 24 September 2015, Ahok memaparkan secara rinci kegiatan apa saja yang dilakukannya selama kunjungan, hingga sampai detail terkecil, seperti waktu kegiatan dan ungkapan perasaan hatinya saat di sana.

Berikut laporan "pertanggungjawaban" mantan Bupati Belitung Timur yang akrab disapa Ahok tersebut, mengenai kegiatan pada hari kedua kunjungan, Senin (21/9/2015).

Pertama, aktivitas dimulai dari pukul 7.10 sarapan dengan ikan Salmon yang ditangkap tidak jauh dari lokasi sehingga rasanya juga enak. "Apalagi coklatnya enak," tutur Ahok menggambarkan rasa makanannya.

Lalu pukul 07.50 berangkat menemui Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda, Melanie Schultz. Ahok menceritakan bahwa sedianya dirinya dan rombongan akan menggunakan satu bis, namun dikarenakan akan bertemu Menteri PU Belanda, dirinya dipinjami mobil dinas Dubes RI, Mercy S 350.

"Saya bersama Bu Tuty Kepala Bappeda dan Dirut PT. Jakpro Pak Abdul Hadi. Rencana pembicaraan tentang topik pre-feasibilty terutama soal National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dan reklamasi Pulau O, P, Q. Ini merupakan kelanjutan pertemuan di Jakarta 25 Agustus lalu," tuturnya.

Dalam pembicaraan tersebut, sejumlah topik akan menjadi pokok bahasan, seperti integrasi mudul, edit dan evaluasi kesimpulan pertemuan di Jakarta, pelabuhan mengenai kerjasama sister port dan strategi industrinya, pengembangan makro ekonomi, perencanaan dan tata ruangnya, aspek teknis dan estimasi biayanya, kKasus bisnis dan strategi pembiyaannya, analisa sosial ekonominya, serta aspek lingkungan hidrologi dan pesisir.

Kemudian, tepat pada pukul 8.45, perjalanan mereka sampai di Kementerian PU Belanda. Di sana disediakan seperti lounge sehingga membuat kopi dan teh sendiri.

Pukul 9.00 pertemuan dimulai, ditemani Bappeda, Dinas PU, BUMD dan Pelindo III. "Pak Lino dari Pelindo II menyusul dari bandara. Bandara posisi -5 meter dibawah permukaan laut. Hotel Manhattan -3 meter di bawah permukaan laut," ujarnya.

Pukul 9.35, Pak Lino tiba dari bandara. Kehadiran Lino menjadi penting, karena juga disampaikan kepada mereka untuk gabung BUMD, Pelindo II, dan Pelindo II dan port of Rotterdam join dan saham PT. KBN diserahkan ke Pelindo dan Jakpro, untuk menaikkan nilai lahan industri dan logistik untuk pelabuhan laut jakarta.

"Saya jamin tidak akan ada intervensi politik untuk bisnis ini, 5 miliar dolar US, New Tanjung Priok port," tuturnya.

Pada pukul 11.15, naik bis menuju pusat pompa besarnya, setelah bertemu Menteri PU dan Lingkungan Hidup. "Ibunda dari Menteri PU kelahiran 1974 ini berdarah Ambon. Mendapatkan Drs, tahun 2002 dan sudah sudah menjadi Wakil Menteri. Kita kenapa buat istilah Dra untuk perempuan. Diskriminasi gender?," kagum sekaligus herannya.

Pertemuan semua sesuai jadwal. Pukul 12.25 sampai di pompa station Ijmuiden di Amsterdam. Pukul 13.35 kembali ke bis menuju restoran buat makan siang. Jalan kaki menuju bis hampir 10 menit.

Pukul 13.40 sampai restoran, pesan makanan. "Ikan dan kerang hijaunya enak, di Jakarta tidak berani makan kerang hijau, tapi di sini enak," senangnya.

Pukul 14.35 berangkat ke acara selanjutnya dan pada 15.30 sampai di Deltares, Research Institute Puslitbang Air.

Lalu pukul 16.50 jalan menuju pengolahan air limbahnya dan tiba pukul 17.30 di Delfland, yang merupakan tempat kontrol pengolahan air limbah dan 18.40 meninggalkan lokasi pusat kontrol airnya Delfland untuk kembali ke hotel di Rotterdam.

Kemudian, pukul 19.30, rombongan tiba di kapal bernama 'Selamat Siang Rotterdam' yang sudah berubah fungsi jadi restoran.

Namun, di sini Ahok semula sempat kesal, lantaran tidak ada booking tempat atas nama dirinya dan rombongan. "Benar-benar parah, ternyata tidak ada yang memesan tempat (booking). Informasi sebelumnya katanya sudah memesan tempat, akhirnya saya ajak rombongan pulang ke hotel saja, batalin, namun bis yang kami tumpangi sudah terlanjur pergi," kesalnya.

Lalu jam menunjukkan 19.50, belum juga makan, dan terpaksa menunggu bis yang sudah terlanjur pergi tadi dan janjinya akan menjemput kembali pukul 21.00 waktu setempat.

Namun, pada pukul 19.55, mendapatkan kabar, bahwa sebenarnya staf telah memesan tempat, tetapi menggunakan nama sekolah dosennya. Mendengar kabar itu pun Ahok kembali sumringah dan akhirnya kembali lagi ke kapal dan akhirnya bisa santap siang di "Selamat Siang Rotterdam".

Pukul 21.15 meninggalkan restoran kapal dan menuju kembali ke hotel dan tiba di hotel pukul 21.35, Ahok langsung mandi dan tidur. "Ngantuk sekali rasanya,"  tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki ahok
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top