Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Parah, BMKG Temukan 720 Titik Panas di Sumatra

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menemukan 720 titik panas di Sumatra, Kamis (20/08/2015).
Gemal Abdel Nasser P
Gemal Abdel Nasser P - Bisnis.com 20 Agustus 2015  |  12:54 WIB
Parah, BMKG Temukan 720 Titik Panas di Sumatra
Kebakaran hutan dan lahan di Riau - Antara
Bagikan

Kabar24.com, PEKANBARU-- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menemukan 720 titik panas di Sumatra, Kamis (20/08/2015).

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sugarin mengatakan, kondisi tersebut adalah yang paling banyak terjadi di sepanjang tahun ini.

"Jumlah titik panas itu berdasarkan hasil dari pantauan satelit terra dan aqua pada Kamis pagi. Kondisi ini merupakan kondisi yang terparah," katanya.

Titik panas tersebut tersebar di beberapa provinsi, antara lain: Sumatra Selatan 371 titik, Jambi 247 titik , Riau 94 titik, Bangka Belitung 26 titik, Lampung 21 titik, Bengkulu 7 titik, Sumatera Barat 4 titik dan Sunatera Utara 3 titik.

Sugarin merinci, titik panas di Riau juga tersebar di beberapa kabupaten, antara lain: Inhu 38 titik, Pelalawan 24 titik, Inhil 11 titik, Kampar 8 titik, Kuansing 7 titik, Rohul 2 titik dan Siak 1 titik.

Banyaknya jumlah kebakakaran itu membuat sejumlah wilayah di Riau diselimuti kabut asap, seperti di Pekanbaru yang hanya memiliki jarak pandang 2 kilometer, Rengat dengan jarak pandang 4 kilometer dan Pelalawan dengan jarak pandang hanya 800 meter.

"Sejumlah alat indeks standar pencemaran udara menunjukkan status "tidak sehat"," ungkap Sugarin.

Kebakaran hutan dan lahan dikhawatirkan akan terjadi sepanjang musim kemarau. Bencana kebakaran hutan dan lahan ini adalah bencana tahunan yang terjadi di musim kemarau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

titik panas
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top