Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Langgar Paten, Marvell Technology Didenda

Bisnis.com, San FransiscoMarvell Technology Group Ltd harus membayar US$278,4 juta kepada Universitas Carnegie Mellon atas pelanggaran paten disk drive. Tidak tertutup kemungkinan nilai denda akan lebih tinggi dari itu.
Wan Ulfa Nur Zuhra
Wan Ulfa Nur Zuhra - Bisnis.com 05 Agustus 2015  |  14:53 WIB
Marvell Technology Group Ltd harus membayar US278,4 juta kepada Universitas Carnegie Mellon atas pelanggaran paten disk drive. Tidak tertutup kemungkinan nilai denda akan lebih tinggi dari itu. - JIBI
Marvell Technology Group Ltd harus membayar US278,4 juta kepada Universitas Carnegie Mellon atas pelanggaran paten disk drive. Tidak tertutup kemungkinan nilai denda akan lebih tinggi dari itu. - JIBI

Bisnis.com, San Fransisco — Marvell Technology Group Ltd harus membayar US$278,4 juta kepada Universitas Carnegie Mellon atas pelanggaran paten disk drive. Tidak tertutup kemungkinan nilai denda akan lebih tinggi dari itu.

Seperti diberitakan Bloomberg pada Rabu (5/8/2015), Pengadilan Banding Amerika Serikat menyatakan perusahaan pembuat chip itu melanggar hak paten universitas, tetapi hanya diharuskan membayar royalti atas chip yang diimpor atau dijual di Amerika.

Sementara chip yang dibuat di luar negri dan tidak dijual di Amerika, tidak diperhitungkan. Jadi, hanya chip yang penjualannya berlangsung di Amerika saja yang dijadikan pertimbangan pemberian hukuman.  Pengadilan memutuskan agar hakim harus mempertimbangkan kembali persoalan itu.

Keputusan itu akan memberi dampak cukup luas pada bagaimana lisensi teknologi dan negosiasi dilakukan. Bagian penting dari tuntutan ini berpusat pada apakah Marvell harus membayar royalti untu penjualan chip di luar negeri karena mereka dirancang, diuji dan dipasarkan di AS.

NIlai gugatan yang dilayangkan adalah US$1,54 miliar, dengan tambahan bunga dan royalti. Marvell, mengatakan pihaknya senang dengan keputusan, yang mengurangi nilai ganti rugi yang harus dibayarkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hak paten
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top