Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDEF: Pemerintah Harus Hati-hati Menaikkan Cukai Rokok

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menaikkan cukai rokok mengingat masih ada potensi lain untuk dikenai cukai.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Agustus 2015  |  19:42 WIB
Pabrik rokok.  - samperna.com
Pabrik rokok. - samperna.com

Bisnis.com, JAKARTA--Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menaikkan cukai rokok mengingat masih ada potensi lain untuk dikenai cukai.

Menurutnya, kesalahan mengambil kebijakan dalam menaikkan cukai rokok justru bisa berimbas pada melesetnya target pemasukan negara.

Pakar Ekonomi Pembangunan dari IPB itu mengakui bahwa rokok memang berkaitan erat dengan isu kesehatan. Selain itu, menaikkan cukai pun merupakan salah satu cara untuk  membatasi konsumsi dan produksi rokok.

Hanya saja Enny mengingatkan, ketika keputusan pemerintah menaikkan cukai tak disertai infrastruktur yang jelas dan hanya menaikkan tarifnya saja tanpa memertimbangkan variabel lain, maka yang terjadi adalah turunnya pendapatan cukai negara. Menurutnya, bisa-bisa keputusan pemerintah menaikkan cukai rokok justru memicu tumbuhnya industri rokok ilegal dan mematikan pabrik-pabrik rokok resmi.

“Konsumsi rokok itu sifatnya elastis, artinya orang rela tak makan asal bisa merokok. Artinya, kebijakan pemerintah (menaikkan cukai, red) justru mendorong rokok ilegal kemudian produsen mati,” ujarnya di Gedung DPR usai menjadi narasumber pada diskusi Forum Legislasi, Selasa (4/8/2015).

Enny pun berharap pemerintah bisa menelurkan kebijakan yang menjadi solusi bagi semua pihak. Menurutnya,  target perlindungan terhadap konsumen  rokok tercapai, tapi penerimaan negara juga naik dan kesempatan kerja tetap terjaga.

Karenanya ia menyarankan pemerintah menggenjot pendapatan cukai meningkat tidak hanya dari rokok. Misalnya, pada komoditas mewah. Seperti otomotif, tas mahal yang harganya ratusan juta, atau berlian.

“Itu kan bagus untuk redistribusi pendapatan,” ujarnya.

Sebelumnya anggota Komisi XI DPR, Mukhamad  Misbakhun menolak rencana pemerintah menaikkan cukai rokok. Menurutnya, kesalahan kebijakan menaikkan cukai rokok bisa membunuh industri rokok yang menjadi penghidupan bagi ribuan warga.

Misbakhun menuturkan, sejumlah pabrik rokok di Jawa Timur saja sudah memangkas ribuan pegawainya melalui PHK pada 2014 silam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendapatan negara Cukai Rokok
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top