Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malaysia Selidiki Investasi 1MDB Terkait Aliran Dana ke Rekening Najib Razak

Otoritas hukum Malaysia tengah menyelidiki perusahaan investasi 1Malaysia Development Bhd (1MDB) terkait dugaan aliran dana ke rekening Perdana Menteri Najib Razak.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 06 Juli 2015  |  04:05 WIB
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak - straitstimes.com
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak - straitstimes.com

Bisnis.com, KUALA LUMPUR -- Otoritas hukum Malaysia tengah menyelidiki perusahaan investasi 1Malaysia Development Bhd (1MDB) terkait dugaan aliran dana ke rekening Perdana Menteri Najib Razak.

Melalui sebuah tim khusus otoritas menginvestigasi tiga pihak yang terkait dengan dana itu. Adapun, tim khusus tersebut terdiri atas unsur Komisi Antikorupsi Malaysia, bank sentral, dan kepolisian.
 
"Setelah melakukan kajian dan analisis terhadap dokumen yang terkumpul, saya telah meminta tim khusus untuk menindaklanjuti‎nya," kata Menteri Kehakiman Malaysia Abdul Gani Patail, seperti dilansir dari Bloomberg, Minggu (5/7).
 
Akhir pekan lalu, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan sekitar US$700 juta diduga berpindah tangan melalui agen pemerintah, bank, dan perusahaan yang terkait dengan 1MDB sebelum akhirnya berujung di rekening Najib.
 
Wakil Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah memanggil otoritas untuk menyelidiki tuduhan itu. 
 
"Saya sangat memperhatikan informasi yang dibawa oleh WSJ. Tuduhan itu sangat serius karena mempengaruhi kredibilitas dan integritas Najib sebagai perdana menteri dan kepala pemerintahan," kata Muhyiddin melalui akun Facebook.
 
//Tak Ada Aliran//
 
Sementara itu 1MDB‎ membantah pihaknya menyalurkan dana pada Najib. Begitu pula dengan Najib yang menegaskan dirinya tak pernah mengambil dana untuk keuntungan pribadi. Dia juga mengatakan laporan WSJ berbasis pada dokumen yang tak bisa dipercaya.
 
Muhyiddin menyambut baik pernyataan dari Najib, tetapi dia menilai Najib harus memberikan penjelasan atau bantahan yang meyakinkan.
 
Sementara itu keyakinan investor di Malaysia terkikis oleh manajemen pemerintahan Najib terhadap utang yang melilit 1MDB. Sebagai informasi, dewan penasehat 1MDB memang diketuai oleh Najib. 
 
Dalam lima tahun terakhir sejak didirikan, perusahaan pelat merah itu menanggung utang kumulatif senilai 41,9 miliar ringgit setara dengan US$11.1 miliar.‎ 
 
Kantor perdana menteri bahkan mengklaim laporan WSJ itu adalah bagian dari kampanye sabotase politik yang digalakkan oleh kelompok tertentu untuk menggulingkan Najib dari jabatannya.
 
‎Najib menolak mengikuti saran perdana menteri sebelumnya Mahathir Mohammad untuk mundur dari jabatannya. Dia mengatakan, dirinya akan tetap menduduki kursinya selama mendapatkan dukungan dari partai Organisasi Nasional Persatuan Malaysia dan rakyat. (Bloomberg/Ardhanareswari)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pm malaysia

Sumber : Bloomberg

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top