Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BERAS PLASTIK: Ini Cara Identifikasinya

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menuturkan dugaan beras plastik yang beredar di wilayahnya itu hanya campuran dari berbagai jenis beras yang dikumpulkan para pemilik perumahan dan diberikan kepada korban keracunan, Naiman.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 29 Mei 2015  |  06:42 WIB
Beras Plastik, ilustrasi - Antara/Ahmad Subaidi
Beras Plastik, ilustrasi - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, DEPOK-- Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menuturkan dugaan beras plastik yang beredar di wilayahnya itu hanya campuran dari berbagai jenis beras yang dikumpulkan para pemilik perumahan dan diberikan kepada korban keracunan, Naiman.

Dia mengungkapkan pihaknya telah mengidentifikasi korban keracunan tersebut yang hasilnya tidak berkaitan dengan dugaan beras yang dikonsumsi Naiman.

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kota Depok telah memantau perkembangan Naiman yang saat ini kondisinya sudah membaik. Dengan demikian, peristiwa keracunan Naiman merupakan murni gangguan pencernaan.

Nur Mahmudi memaparkan uji sederhana terhadap dugaan beras plastik yang beredar di Depok oleh Universitas Indonesia dilakukan dengan cara merebus kunyit.

"Apabila kunyit tersebut menyerap beras, maka itu dipastikan bukan beras plastik. Sebaliknya jika kunyit tidak menyerap maka dipastikan itu beras plastik. Dan yang telah kita uji hasilnya kunyit itu menyerap ke dalam beras," katanya saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Depok, Kamis (28/5/2015).

Sebelumnya, Naiman, 55, seorang petugas kebersihan perumahan memeroleh beras hasil pemberian dari 40 pemilik perumahan tersebut. Beras itu diperoleh sebanyak 12 kg yang dia bagi dua bersama rekannya sesama petugas kebersihan, Norman. Setelah beras dimasak, dia merasa mual, pusing dan langsung memeriksa ke puskesmas setempat.

Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan dugaan beras plastik yang beredar di Kota Depok akhir-akhir ini adalah beras jenis jagung yang tersebar di beberapa pasar di daerah tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono mengatakan pihaknya bersama akademisi Universitas Indonesia telah melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium pada sample dugaan beras plastik yang beredar itu.

"Kami sudah lakukan tiga metode uji coba pada sample beras plastik yang dikonsumsi oleh warga Depok. Hasil uji coba baik oleh Lab Mabes Polri maupun UI keduanya negatif," ujarnya.

Unggung memastikan tidak ada peredaran beras plastik di Kota Depok, seiring maraknya pemberitaan seorang warga bernama Naiman yang menjadi korban keracunan akibat mengkonsumsi dugaan beras plastik.

Menurutnya, Polda Metro Jaya akan menyerahkan sample dugaan beras plastik yang menghebohkan warga Depok itu ke Sucofindo untuk diperiksa lebih lanjut. Hasilnya, kata dia akan dibandingkan dengan uji laboratorium Mabes Polri dan UI.

"Kita akan serahkan nanti bagaimana sampel beras yang dikonsumsi Naiman ini ke Sucofindo," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Beras Plastik
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top