Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TKI Terancam Hukuman Mati, Pemerintah Janjikan Hal Ini

Kementerian Ketenagakerjaan menjanjikan upaya maksimal bagi penyelamatan tenaga kerja yang terancam hukuman mati.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 26 April 2015  |  23:42 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Ketenagakerjaan menjanjikan upaya maksimal bagi penyelamatan tenaga kerja yang terancam hukuman mati.

Pemerintah akan melakukan langkah-langkah penyelamatan secara maksimal bagi para WNI dan TKI yang terancam hukuman mati.

"Pembelaan hukum, diplomasi resmi, pendekatan informal kepada keluarga maupun tokoh masyarakat setempat, terus dilakukan dalam menangani kasus WNI dan TKI yang terancam hukuman mati," kata Reyna Usman Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kementerian Ketenagakerjaan, Minggu (26/4/2015).

Selain itu menurut Reyna pihaknya tengah mengupayakan perbaikan tata kelola Penempatan dan Perlindungan TKI yang menjadi prioritas kerja.

Kecewa

Selain itu, Reyna menyampaikan kekecewaan pemerintah Indonesia dan protes keras kepada pemerintah Saudi Arabia yang tidak menginformasikan soal waktu maupun tempat pelaksanaan hukuman mati Siti Zainab dan Karni bin Medi Tarsim.

Dalam kesempatan itu Reyna menyatakan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Atase Ketenagakerjaan pada perwakilan RI di Riyadh maupun di Jeddah telah memohonkan pengampunan bagi TKI yang dihukum mati tanpa pemberitahuan itu.

"Namun upaya maksimal dari Pemerintah tidak membuahkan hasil karena pemaafan dari keluarga yang dapat menyelematkan ancaman hukuman mati tidak diperoleh dari keluarga , sehingga secara hukum di Kerajaan Saudi Arabia almarhum harus menjalani Qishas karena yang bersangkutan terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan," kata Reyna.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TKI
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top