Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polri Telusuri Laporan Delapan Saksi Kasus BW Diintimidasi

Badan Reserse Kriminal Polri masih menunggu laporan soal adanya intimidasi delapan saksi terkait kasus Bambang Widjojanto. Saksi tersebut diintimidasi oleh pihak yang meminta kasus BW dicabut.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 24 April 2015  |  14:21 WIB
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto - Antara
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Badan Reserse Kriminal Polri masih menunggu laporan soal adanya intimidasi delapan saksi terkait kasus Bambang Widjojanto. Saksi tersebut diintimidasi oleh pihak yang meminta kasus BW dicabut.

"Tidak ada yang namanya incar [pelaku intimidasi]. Setiap laporan siapa pun ke Bareskrim, ya ditindaklanjuti," kata Kabareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/4/2015).

Budi Waseso (Buwas) mengakui pihaknya menerima laporan intimidasi saksi tersebut. Namun intimidasi itu belum diketahui berasal dari mana, pihak BW atau pihak lain.

"Belum tentu demikian, kita sedang pelajari itu. Belum bisa dipastikan karena baru tahap pemeriksaan saksi korban, nanti arahnya kemana kita nggak tahu. Kita ingin tahu siapa sebenarnya yang mengintimidasi bentuk dan alat buktinya apa. Kan gitu yah, sekarang sedang berjalan".

Sehari sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Victor Edi Simanjuntak mengatakan ada delapan saksi dalam kasus dugaan keterangan saksi palsu yang melibatkan BW.

"Saksi lapor ke LPSK [Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban]. Mereka diintimidasi," katanya kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (23/4/2015) kemarin.

Saksi, kata Victor, diintimidasi oleh pihak yang meminta agar laporan kasus dugaan tindak pidana keterangan saksi palsu di bawah sumpah yang menjerat B itu dicabut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bambang widjojanto Budi Waseso
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top