Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Diperiksa KPK 7 Jam, Alex Noerdin Bersyukur

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, akhirnya selesai diperiksa tim penyidik KPK, setelah menjalani 7 jam pemeriksaan di Gedung KPK terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan proyek Wisma Atlet serta Gedung Serbaguna di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun anggaran 2010-2011.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 20 April 2015  |  16:35 WIB
Usai Diperiksa KPK 7 Jam, Alex Noerdin Bersyukur
Alex Noerdin - Antara
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA-- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, akhirnya selesai diperiksa tim penyidik KPK, setelah menjalani 7 jam pemeriksaan di Gedung KPK terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan proyek Wisma Atlet serta Gedung Serbaguna di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun anggaran 2010-2011.

Alex Noerdin mengaku bersyukur, dirinya telah diperiksa tim penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga di Provinsi Sumatera Selatan, Rizal Abdullah (RA).

"Saya merasa bersyukur sudah dimintai keterangan," tutur Alex usai diperiksa penyidik KPK di Gedung KPK Jakarta, Senin (20/4).

Alex menambahkan, dengan diperiksanya Alex sebagai saksi, maka Alex berharap semua dugaan yang telah dituduhkan kepadanya terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan proyek Wisma Atlet serta Gedung Serbaguna di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun anggaran 2010-2011, dapat clear dan tuntas.

"Supaya masalah ini bisa segera tuntas, supaya bisa segera clear. Bisa terbuka siapa yang benar siapa yang salah, fakta atau fitnah," tukasnya.

Seperti diketahui, PT Duta Graha Indah (DGI) merupakan pelaksana proyek Wisma Atlet yang kini tengah disidik KPK karena bermasalah.

Selain itu, Rizal Abdullah selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang merangkap Kepala Proyek Pembangunan Wisma Atlet juga diduga melakukan mark up dalam proyek tersebut.

Rizal diduga melakukan mark up anggaran dalam proyek tersebut. Kerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp25 miliar.

Akibat perbuatannya, Rizal Abdullah ditetapkan KPK sebagai tersangka dan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kasus wisma atlet alex noerdin
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top