Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RI-Norwegia Percepat Program REDD+1

Indonesia dan Norwegia sepakat untuk mempercepat bergulirnya program penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+) yang realisasinya baru sekitar 1% dari total komitmen hibah senilai US$1 miliar.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 14 April 2015  |  20:29 WIB
Indonesia dan Norwegia sepakat untuk mempercepat bergulirnya program penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD) yang realisasinya baru sekitar 1% dari total komitmen hibah senilai US1 miliar. - JIBI
Indonesia dan Norwegia sepakat untuk mempercepat bergulirnya program penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD) yang realisasinya baru sekitar 1% dari total komitmen hibah senilai US1 miliar. - JIBI
Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia dan Norwegia sepakat untuk mempercepat bergulirnya program penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+) yang realisasinya baru sekitar 1% dari total komitmen hibah senilai US$1 miliar. 
 
Utusan Khusus Presiden bidang REDD+ Rachmat Witoelar menuturkan pembubaran Badan Pelaksana REDD+ tidak berdampak negatif terhadap kerjasama hibah REDD+ Indonesia dan Norwegia. Kedua negara justru sepakat untuk mempercepat realisasinya. 
 
"Tetap jalan malah kita akan mempercepat. Mereka dorong lebih cepat," kata Rachmat di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (14/4). 
 
Menurutnya, saat ini implementasi dan pengawasan program REDD+ ada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tim yang dibentuk Kementerian LHK akan mengkoordinasikan bantuan bilateral dan multilateral untuk program REDD+, termasuk dari Norwegia maupun di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. 
 
"Dari segi uang yang sudah cair itu baru US$10 juta untuk institutional building. Baru nanti meningkat ratusan juta dolar dengan proyek-proyek duplikasi dari pilot project di Kalimantan Tengah dan Jambi," tuturnya. 
 
Letter of Intent antara Indonesia dengan Norwegia yang mengatur perjanjian kerjasama REDD+ ditandatangani pada 2010 saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kerjasama REDD+ dengan Norwegia berlangsung hingga 2019 dengan nilai komitmen hibah sebesar US$1 miliar. 
 
Di sela kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Norwegia Y.M. Erna Solberg, pemerintah Indonesia dan Norwegia sepakat melanjutkan kerja sama pengurangan emisi dari reforestasi dan degradasi hutan atau reducing emissions forum deforestation And format degradation (REDD).
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengatakan Norwegia menghargai komitmen Indonesia terkait upaya penurunan emisi gas rumah kaca. Kerja sama yang dilakukan melalui Badan Pelaksana REDD+ itu nantinya akan fokus menangani perbaikan lingkungan di dalam negeri.
 
“Norwegia menghargai komitmen Indonesia untuk penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26%-41% pada 2020, dan beberapa kebijakan affirmative lainnya,” katanya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (14/4).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emisi deforestasi
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top