Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto Dirancang Ulang

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menginisiasi upaya perancangan ulang Taman Hutan Raya Bukit Soeharto karena dinilai kondisi alam dan lingkungannya telah rusak akibat eksploitasi berlebihan.
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 09 April 2015  |  14:46 WIB
Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek. - Antara
Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek. - Antara
Bisnis.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menginisiasi upaya perancangan ulang Taman Hutan Raya Bukit Soeharto karena dinilai kondisi alam dan lingkungannya telah rusak akibat eksploitasi berlebihan.
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan perlu adanya program dan kegiatan intensif dari pemda setempat terkait upaya penyelamatan potens daerah itu dari kerusakan berkelanjutan. Caranya adalah melalui redesain atau perancangan ulang atas pemanfaatan lahan dan peruntukkannya.
“Awalnya Taman Hutan Raya Bukit Soeharto ditetapkan sebagai kawasan hutan pendidikan dan penelitian tentang potensi hayati dan hewani yang ada di hutan Kaltim,” katanya, Kamis (9/4/2015).
Awang mengungkapkan kerusakan alam dan lingkungan yang terjadi di taman hutan raya tersebut akibat dari maraknya perambahan hutan dan eksploitasi batu bara di wilayah tersebut. Menurut data yang dia miliki, eksploitasi sumber daya alam terjadi di hampir seluruh wilayah tersebut.
Dia menyebutkan Tahura (Taman Hutan Raya) Bukit Soeharto meliputi dua daerah yakni Kabupaten kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.  Di dalam kawasan di dua kabupaten tersebut telah dilakukan eksploitasi sumber daya alam yang telah mengubah peruntukkan awal kawasan itu.
“Unmul [Universitas Mulawarman] saya minta tolong diredesain kawasan tahura Bukit Soeharto agar kawasan itu dikembalikan pemanfaatannya seperti semula,” ungkapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim hutan lindung
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top