Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ibu Rumah Tangga Berburu Rezeki di Lokasi Tambang Batu Akik

Sejumlah ibu rumah tangga di Desa Muara Sahung, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mulai turun ke Luang Batu Api, lokasi pencarian bahan batu cincin akik untuk menambah pendapatan keluarga.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 April 2015  |  10:53 WIB
Batu akik - Antara
Batu akik - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Tren batu akik 'menyihir' kalangan ibu rumah tangga di Provinsi Bengkulu untuk ikut berburu batu akik guna menopang ekonomi keluarga.

Sejumlah ibu rumah tangga di Desa Muara Sahung, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mulai turun ke Luang Batu Api, lokasi pencarian bahan batu cincin akik untuk menambah pendapatan keluarga.

"Kami mengambil sisa penggalian yang masih bisa dijual untuk mendapatkan uang tambahan," kata Mirna, salah seorang pencari batu akik bersama dua rekannya di Desa Luang Batu Api, Senin (6/4).

Dia mengemukakan sortiran atau batu akik yang tidak diambil para penggali masih bisa dijual seharga Rp10 ribu hingga Rp25.000 per kilogram.

Dalam sehari, aku Mirna, pendapatan tidak menentu bergantung pada jenis dan banyaknya batu yang didapat.

Tidak hanya kaum ibu, anak-anak di Desa Muara Sahung dan Desa Luang Batu Api sudah terlebih dahulu melihat peluang mendapatkan rupiah dari mencari batu akik sisa penggalian.

"Kami melihat uang yang didapat anak-anak itu cukup lumayan, jadi kami ikut mencari batu di sisa penggalian batu akik".

Luang Batu Api merupakan salah satu lokasi utama penggalian bahan batu cincin akik yang cukup dikenal di Provinsi Bengkulu.

Saat ini lebih dari 90% warga Desa Muara Sahung dan Desa Luang Batu Api menjadi penambang batu akik di lokasi itu.

Awalnya, batu yang ditambang adalah jenis batu badar lumut, lalu batu akik motif teratai hingga jenis cempaka dan sulaiman yang memiliki nilai jual tinggi.

Untuk jenis super seperti jenis cempaka atau lebih dikenal dengan red rafflesia, harganya mencapai Rp500 ribu per kilogram.

"Biasanya laki-laki yang menggali sampai kedalaman lima meter untuk batu cempaka, kami hanya mengambil sortiran," kata Marlena, ibu rumah tangga lainnya yang turut mencari batu akik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu akik

Sumber : Antara

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top