Kemenlu Dorong Diplomasi Ekonomi di Eropa Tengah dan Timur

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia A.M. Fachir menyatakan sinergi bersama sangat diperlukan dalam pelaksanaan diplomasi ekonomi Indonesia untuk kawasan Eropa Tengah dan Timur (ETT).
Ropesta Sitorus | 02 April 2015 19:38 WIB
Kopi, salah satu komoditas andalan Indonesia ini berpotensi dipasarkan ke ETT. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA—Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia A.M. Fachir menyatakan sinergi bersama sangat diperlukan dalam pelaksanaan diplomasi ekonomi Indonesia untuk kawasan Eropa Tengah dan Timur (ETT).

Hal ini disampaikannya dalam pertemuan dengan Ketua Komite Bilateral RI-Kroasia KADIN, George Iwan Marantika.

Sinergi bersama, baik di tingkat pemerintah maupun swasta, akan membantu optimalisasi pemanfaatan potensi besar kawasan ETT bagi pengembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia.

“Indonesia harus bisa mengembangkan jaringan dan footprint yang ada di kawasan ETT untuk menyusun strategi pencapaian target yang konkret, khususnya peningkatan ekspor dan jumlah wisatawan asing ke Indonesia”, kata Fachir seperti ditulis dalam rilis dari Kemenlu yang diterima Bisnis, Kamis (2/4/2015).

Sementara itu, George Iwan Marantika menyampaikan bahwa sinkronisasi dan adanya guidelines yang jelas terkait strategi nasional untuk pasar ETT akan dapat membantu pengusaha mengembangkan pasar produk Indonesia di ETT.

Kawasan Eropa Tengah dan Timur, yang terdiri dari 22 negara dengan penduduk lebih dari 300 juta, menawarkan potensi pasar yang besar, terutama untuk produk komoditas unggulan Indonesia seperti karet, kopi, kakao dan CPO.

Angka perdagangan Indonesia dengan ETT pada 2014 mencapai US$5,17 miliar. 

Tag : kemenlu, diplomasi dagang
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top