Jemaah Umroh Gratis Hebohkan Kota Batu, Didanai ISIS?

Ratusan orang yang diduga menjadi jemaah umroh gratis menghebohkan Kota Batu, Jawa Timur. Warga khawatir calon jemaah tersebut ada yang disusupkan untuk bergabung dengan ISIS di Suriah.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 19 Maret 2015  |  20:55 WIB
Jemaah Umroh Gratis Hebohkan Kota Batu, Didanai ISIS?
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BATU - Ratusan orang yang diduga menjadi jemaah umroh gratis menghebohkan Kota Batu, Jawa Timur. Warga khawatir calon jemaah tersebut ada yang disusupkan untuk bergabung dengan ISIS di Suriah.

Diduga sebanyak 260 orang berasal dari Mesuji dan Tulangbawang Lampung, Temanggung Jawa tengah, Makassar Sulawesi Selatan serta sejumlah kota di Jawa Timur (Jatim) meninggalkan Vila Kalendra Kota Batu.

Kabag Humas Polres Batu Waluyo mengatakan mereka meninggalkan vila sejak Kamis (19/3/2015) dini hari hingga siang. Selama berada di vila tersebut mereka menempati sembilan unit vila yang ada.

“Mereka kami duga pindah ke Surabaya dan meninggalkan vila dengan menumpang mobil pribadi,” kata Waluyo, Kamis (19/3/2015).

Sebelumnya, mereka berpindah-pindah dari hotel Serayu Kota Malang ke hotel Antariksa di Karangploso Kabupaten Malang hingga ke vila Valendara Kota Batu.

Sebagian dari jemaah tersebut diantar ke terminal untuk menumpang angkutan umum. Pimpinan jemaah Agus Santoso asal Kabupaten Lumajang Jawa Timur tidak kelihatan.

Pengelola vila Kalendra Kota Batu, Kartono, mengatakan sewaktu meninggalkan vila Agus Santoso tidak berpamitan jika akan meninggalkan vila.

Menurutnya, Agus pulang ke Jakarta untuk menemui Muhammad Eddy alias Antonius Salim yang disebut sebagai seorang pengusaha perkebunan sawit dan mualaf yang berjanji akan membiayai umroh gratis tersebut.

“Pak Agus hanya pamit untuk beli makanan tetapi tidak kembali ke vila. Namun, begitu seluruh biaya penginapan di vila telah dibayar lunas,” jelas dia.

Di vila Kalendra mereka menginap dua malam dan menyewa sembilan vila yang masing-masing vila memiliki  2-3 kamar dengan tarif antara Rp700.000-Rp800.000 per kamar.

Selama di vila lanjutnya  mereka tidak melakukan aktivitas keagamaan. Mereka hanya terlihat duduk santai dan mengobrol. Petugas Kepolisian sempat mendatangi jemaah dan meminta keterangan kepada Agus Santoso.

“Para jemaah memiliki latar belakang berbeda mulai guru, pegawai negeri sipil (PNS) hingga petani,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota batu, haji dan umroh, ISIS

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top